Blogger Widgets all about....: Januari 2013

Rabu, 23 Januari 2013

Sometimes_Chapter XVII - Shout from I-chan

By Indah_chan di 19.54 0 komentar
Deg.. Deg.. Deg.. Deg..
Detak jantung Kak Hiro yang sangat terdengar.
Ia sangat berusaha melindungiku. Akhir-akhir ini aku sering bingung dengan jalan pikiran Kak Hiro.
"I-chan..."
Hee.. Heei!! Kak Hiro memanggilku!!
Aku ingin sekali menjawab, tetapi mulutku tak bisa terbuka untuk sekarang ini.
"Tetaplah ceria menghadapi hidup ini, karena kakak pasti akan menjagamu"
Aku senang mendengar kata-kata Kak Hiro.

Tak terasa, sudah sampai rumah.
"Kami pulang.."
"Loh?! I-chan kenapa, Hiro?"
"Dia hanya kelelahan, ma"
"Haaah.. Syukurlah, mama kira I-chan kenapa-kenapa"
"Kenapa-kenapa gimana, ma?"
"Kenapa-kenapa ya begitu.."
"Ya, kenapa yang gimana, mama?"
"Ya, begitu Hiro"
"Ya, gimana ma?"
"Ya sudah sana! Baringkan I-chan di kamarnya dan cepat mandi!!"
Dasar Kak Hiro sukanya bercanda.
Ia tetap menggendongku sampai ke kamarku, membaringkan ku di tempat tidur dan kembali ke kamarnya.
Mataku tetap saja tak mau terbuka, padahal aku ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada kakak.

Dan sekarang, aku benar-benar capek. Ingin sekali tidur dan tak memikirkan apa-apa.
Aku mencoba tidur.


...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................


"I-chan!! Jangan pergi!!!"
"Kak Hiro!!"
Kenapa ini? Aku berada di tengah-tengah lingkaran besar dan disekelilingku hanya jurang yang tak berujung, gelap, dingin. Aku sangat gelisah.
Suara Kak Hiro terdengar, tapi dimana?
Aku tak melihat Kak Hiro berada di dekatku.
"I-chan, kenapa sebentar sekali? Aku ingin sekali menggantikanmu!!"
"Kak Hiro, jangan menangis.. I-chan masih sama Kak Hiro kok"
"I-chaaaaaaaaaaaaaaaan!!!"
"Kakak..."
Di tengan jurang tak berujung, ada sesosok pria yang memelukku erat. Siapa? Aku tak mengenalinya.
Cowok SMA yang sepertinya sebaya denganku.
Berambut pirang dengan senyum yang tak mungkin aku lupakan.
Dia yang memberiku semangat, mengubah kegelapan menjadi terang.
Terima kasih.

"Nee~ I-chan.."
"Hah?!"
Terang sekali.
"Udah pagi loh.. Ayo bangun"
Aku mulai membuka mataku.
"Tadi......"
"Huh?"
"Gak apa kak.."
"??"
"Makasih ya kak"
"Untuk?"
"Telah menggendongku"
"Siapa yang menggendongmu? Mimpi tuh"
"Huh?!! Kakak Bohong!!"
"Petzu tuh yang gendong"
Aku menjitak kakak karena berbohong.
Pleetaak!!
"Aw!! Sakit tau!"
"Makanya gak usah bohong, kak!!"
"Iya.. iya.. Sama-sama I-chan"
"Hehe"
"Ya udah, sana mandi!! Bau!! Kemarin juga belum mandi kan?!"
"Udaaah yee!!"
"Kapan?"
"Kemarin pagi,  week"
Pleeetaaaak!!
"Aw!! Sakit kakak!!"
"Gantian, ahahaha~"
"Dasar, yaudah! I-chan mandi dulu deh"

Haah~ air yang segar membasahi tubuhku.
Ternyata gak mandi sore hari rasanya gak enak.
Sekarang jadi segar deh~

Selesai mandi, baju-baju mulai menempel pada ku. Ihihihi~
Aku mulai menyisir rambutku, setelah itu aku turun ke bawah menghampiri meja makan.
Makanann aku siap menyantapmu.

"Roti bakar, aku siap menyantapmu"
"Ini bagianku"
"Aaaah!! Kakak!! Kan itu incaranku!!"
"Siapa cepat dia dapat"
"Kakak jahat!! Huaaaaa!!"
*hap*
"Itu buat kamu deh"
"A-a e-a-a? *Kakak kenapa*"
"Ambil aja, kan itu bagianmu"
"a-i-a-o-u *Arigatou*"
"Dasar.."
Pleetaak!
Pagi-pagi udah dijitak, ya.. Itulah kakakku, aneh-aneh saja.

Hortatory text

By Indah_chan di 06.16 1 komentar

1
2
3
4
5
6
7

8
9

10
11

Minggu, 13 Januari 2013

Sometimes_Chapter XVI - Yuki ~ Hiro

By Indah_chan di 04.08 0 komentar
Desahan angin, suara detak jantung, nafas terengah, itulah yang aku dengar sekarang ini.
Kak Hiro, dia berusaha keras untuk menggendongku.
Aku mau turun dari gendongan Kak Hiro, tapi aku takut Kak Hiro berpikir kalau aku tak ingin digendong olehnya.
"Kakak...."
"Ya?"
"I-chan mau..." belum sempat aku mengatakan inti pembicaraannya, kakak telah memotong pembicaraanku.
"Ayolah, kakak tak apa I-chan.."
"Kak Hiro.."
 "Karena kakak seorang cowok, tak mungkin menyerah hanya karena keadaan fisik"
Aku terdiam mendengar perkataan Kak Hiro yang seperti itu.
Kak Hiro benar-benar kuat!!

Ia mulai memperkecil langkahnya, jantungnya mulai berdetak sangat cepat. Kali ini aku mulai khawatir dengan keadaan Kak Hiro.
Keadaan seperti ini aku memeluk Kak Hiro dengan kencang, aku takut terjadi apa-apa dengan Kak Hiro.
"I-chan"
Apakah kakak merasakan apa yang ku rasakan? Aku sangat khawatir dengan keadaan kakak sekarang.
"Kakak tak apa kok, kan tadi kakak sudah bilang sama I-chan. Ini kan sudah mau sampai di rumah Yuki"
Aku terdiam, tak mau mengucapkan sepatah kata pun kepada Kak Hiro.

Tap.. tap.. tap..
Suara langkah Kak Hiro.
Ia berhasil mengantarkanku ke rumah Kak Yuki.
Ting tong..
Kak Hiro menekan bel di dekat pintu pagar Kak Yuki.
Dari sana terdengar suara teriakan..
"Yaaa, tunggu sebentar.."
Pasti suara Kak Yuki.
Aku melihat Kak Yuki berlari, membukakan pintu pagar.
"Loh?"
"Cepet deh kak Yuki, buka pintunya.."
"Aaah~ ya ya"

Kak Hiro tetap saja menggendongku.
"Kak Hiro, ini sudah sampai rumah Kak Yuki kok"
"Oh iyaa, haha.."
Kak Hiro mulai menurunkanku.
"Aaa~ ayo masuk.. masuk.."
Muka Kak Yuki berubah, entahlah.. sok sopan atau memang sudah tobat menjadi orang yang sopan. Kak Yuki kan ganas banget. Apalagi kalau bertemu dengan Kak Ryuseiu, pasti muka memerah dan marah-marah gaje. Aku tahu kalau Kak Yuki menyukai Kak Ryuseiu.

"Ayo, silakan.. Tak usah sungkan-sungkan"
"Tenang Kak Yuki, I-chan gak akan sngkan-sungkan kok"
Aku melihat Kak Yuki sepertinya mau memukulku, tapi kan karena ada Kak Hiro, ia tak berani. Hohoho, waktunya ngerjain Kak Yuki.
"Sebentar ya, aku sediain teh dulu. Silakan duduk di ruang tamu"
Sementara Kak Yuki menyediakan teh, aku dan Kak Hiro hening 1000 bahasa.
Tak ada bicara sedikitpun.
Aku mau berbicara dengan kakak, tapi apa yang harus ku bicarakan?
"I-chan.."
"!!"
"Rumahnya Yuki besar juga yaa, juga bersih"
"Iya kak, memang.."
"Gak kayak kamarmu. Ahahaha~"
"Aaaa!! Dasar Kak Hirooo!!!"

"Aloo.. aloo"
"Kak Yukii"
"Ini tehnya sudah datang, silakan.."
Kak Yuki berbeda dari biasanya, dulu seperti cowok, sekarang cewek tulen!!
Kak Yuki mulai menyerahkan secangkir teh kepadaku dan Kak Hiro.
Ia juga membawakan biskuit.
Ummm, enak niih...

Ngapain di rumah Kak Yuki?
Aku, Kak Hiro dan Kak Yuki ngobrol-ngobrol. Kami juga main PS, kak Yuki memiliki PS2, ahahaha~
Awalnya kak Yuki dan kak Hiro bermain PS bola. Wah! Aku tak mengerti, dan pertandingan dimenangkan oleh kakakku pastinya. Gila! Beda tipis tau! 2-1.
Setelah main bola, kami ganti-gantian main Naruto.
Save-save'an Kak Yuki. Wah!! Karakternya sudah lengkap! Jago nih!
Kami bermain Naruto, skornya kejar-kejaran.
Tapi untuk Naruto Kak Yuki yang memenagkannya. Juara 1 Kak Yuki, juara 2 Kak Hiro, juara 3 aku. Ngenes memang.

Setelah bosan bermain PS, kami bermain kartu.
Kak Yuki dan Kak Hiro susul-susulan menang terus!! Aaah!! Aku kapan menangnya?!
Jam menunjukkan pukul 4 sore, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku mulai kelelahan, entah kenapa aku langsung mendekat ke kakak, lalu mulai tertidur di pangkuannya. Maaf kakak, aku selalu merepotkanmu, tapi hari ini hari yang sangat melelahkan.
Aku mulai tertidur di pangkuan kakak. Kakak mengelus kepalaku dengan lembut.
Kalau begini terus aku bisa tertidur pulas, kalau tertidur pulas, nanti pasti kakak yang akan menggendongku, aku banyak merepotkan kakak.

"Yuki.."
Tunggu!! Kak Hiro memulai pembicaraan dengan Kak Yuki, tapi mataku tak mau terbuka.
Mata tak mau terbuka tapi masih bisa mendengar.
"Ya?"
"Terima kasih ya.."
"Haah? Untuk apa?"
"Menemani adikku sampai saat ini, banyak cerita yang diceritakan I-chan tentangmu"
"Hahahaha~ itu bukan masalah tau. Aku senang bisa berteman dengan I-chan, ia begitu ceria"
"Ya, memang begitu.."
"Kau.. tetaplah jaga dia yaa.."
Loh? Kok pembicaraannya jadi sedih gini?
"Aku akan selalu menjaganya"
"Ya, itu tak terdengar asing lagi di telinga"
"Iya lah, hahaha.. ngomong-ngomong kamu menyukai Ryuseiu?"
Astaga!! Kakak frontal!!!
"....."
"Maaf, aku tak bermaksud ikut campur urusanmu, Yuki"
Baik! Gak usah ikut campur kak!! Ini mamahnya Kak Yuki kemana sih?!
"Ya, sebenarnya aku menyukai Ryuseiu"
"...."
"Tapi aku tak berani menyatakannya..."
Benar dugaanku!!!
"Yuki.."
"Ya?"
"Sebenarnya aku.."
Aku mendengar jantung kakak berdetak lebih cepat dari biasanya, apakah Kak Hiro akan menyatakan perasaannya kepada Kak Yuki?!Kalau begitu dia nekat dong!! Udah pasti gak akan di terima sama Kak Yuki. Kakak bodoh!!
Ting..toong..
Okee, pembicaraan ini dihentikan oleh bunyi bel.
"Sebentar ya, senpai"

Terdengar suara..
"Mama..."
"Ini mama bawakan sedikit makanan dari rumah teman mama tadi"
"Okee ma.. Umm.. I-chan dan Hiro senpai dari tadi sudah bermain di sini"
"Ah, tak apa.. Udah mama anggap seperti keluarga sendiri kok"

Tap..tap...tap..
Suara langkah kak Yuki dan mamanya.
"Tante ke dapur dulu ya, Hiro"
"Iya, tante.."
"Okee, senpai.. Tadi mau bicara apa?"
"Sebenarnya aku tadi mau pulang.. Ahahaha~ Aku dan I-chan pulang dulu ya"
"Loh kok mau pulang?"
"Iya tante, mainnya udah dari tadi kok. Gak enak juga sama Yuki"
"Baiklah senpai"
"Hiro dan I-chan pulang dulu ya, tante"
"Okee hati-hati di jalan yaa"
"Iya, tante.. Yuki, aku pulang dulu yaa, bersama I-chan di punggungku"
"Ahahaha~ Iya senpai, bye-bye.. Hati-hati yaa, jaga I-chan baik-baik"
"Pasti donk"
Aku tak tau kejadiannya seperti apa, yang ku tahu hanya pembicaraannya saja.
Aku yang kembali di gendong oleh Kak Hiro.
Setelah aku bangun nanti, aku pasti akan mengucapkan terima kasih kepada kakak. ^^

Sabtu, 12 Januari 2013

Art in December 2012 and January 2013

By Indah_chan di 04.30 0 komentar
Haaaah~
sudah berapa lama nih aku gak memposting gambarku?
Ahahaha~
Kali ini aku akan kasi tunjuk gambarku di bulan Desember kemarin..
Ini aku gambar sebagai hadiah untuk Kiki ^^

Chibi Bossun~




Aku gambar ini saat lomba gambar Harvest moon :3
Naaah~ cuma 3 sih, soalnya waktu itu banyak waktu untuk liburan saja, haah~
Gomene~
Naah, sekarang akan aku kasi tunjuk karya ku di Januari 2013






Naaah~ itulah hasil karyaku.. Semoga kalian terhibur (?) terima kasih telah membaca postingan yang "agak" ini.. sampai bertemu di postingan selanjutnya, kawan :3

Sometimes_Chapter XV - Hiro become Hero ( 2 )

By Indah_chan di 04.10 0 komentar
Setelah selesai makan, aku dan Kak Hiro jalan-jalan bersama lagi.
Kali ini aku dan Kak Hiro akan kerumah Kak Yuki, entah apa setan yang merasuki jalan pikirannya sampai mau bermain bersamaku.
"Mama, aku dan Kak Hiro mau main ke rumah Kak Yuki.."
"Hah? Main lagi?"
"Iya nih mah, kan anak-anak juga butuh bermain.." kata Kak Hiro.
"Hiro, kamu bukan anak-anak lagi" Mama mulai menyipitkan matanya.
"Ahahaha~ Kak Hiro masih kecil ya? Berarti nanti I-chan yang jagain kakak deh, ma"
"Dasar anak kecil! Niat kakak membela kamu tau.."
"Weeek" ejekku sambil mengeluarkan lidah.
"Iya, iya.. kalian boleh bermain lagi kok. Asal pulangnya jangan malam-malam yaa"
"Iya mamah, tenang saja. Serahkan semua padaku dan aku akan menjaga anak kecil yang satu ini"
"Iiiih!! Apaan sih kakak?"
"Okeeh maa, aku dan I-chan pergi ke rumah Yuki dulu ya" kata kakak sambil menarik tanganku.
"Okeeh, hati-hati yaa"
"Heei.. kak! umm.. Oke mama"

Kreeek..
Bunyi pintu pagar yang di tarik Kak Hiro.
Kami mulai berjalan menuju rumah Kak Yuki.
Tak jauh dari rumahku.
Baru beberapa meter dari rumah, tiba-tiba saja...

Tiiin.. tiiin!!

Terdengar suara klakson mobil.
Aku tak sadar ternyata aku berjalan di tengah jalan. Tapi aneh saja, tidak biasanya ada mobil yang berlalu lalang di gang yang dapat dikatakan cukup sempit.
Suara klakson mulai terdengar sangat keras.
Tubuhku sepertinya sangat lambat untuk mencapai tepi dan mendekat kepada Kak Hiro.
"Kaaa..."
"I-chaaan!!" Teriak Kak Hiro.
Ia mulai mendorong aku ke tepi jalan.

"Kaaak!!"

Tiiin.. Tiin!!
Mobil itu mulai melaju cepat setelah hampir menabrakku.
"Kak!! Kak Hiro!!"
"...."
"Kaak!! Jawab kak!!" aku berteriak kepada Kak Hiro. Tak terasa air mata mulai bercucuran. Tapi.. Kak Hiro masih saja tak menjawabku.
"Kak Hiro.."
Air mataku mulai menderas layaknya air terjun Niagara dan menetes ke wajah Kak Hiro. Aku sangat khawatir sama Kak Hiro. Masalahnya tadi Kak Hiro menyelamatkanku dan jatuh ke jalan. Dia berusaha melindungiku. Kak Hiro tepat berada di bawahku, otomatis Kak Hiro pasti terluka.
"Kak Hiro.. Jangan tinggalin I-chan duluu.."
Aku mulai memeluk Kak Hiro.

Tangan? Tangan siapa?
"Hehe.. Dasar I-chan.. Kakak gak apa-apa kok.. Ini mujizat tau! Ternyata kamu selamat"
"Huuuaaa!! Kak Hiro bodoooh~"
"Tenanglah I-chan, kakak tidak apa-apa"
"Bagaimana gak  apa-apa kak? Kakak menyelamatkanku dan tepat berada di bawahku. I-chan takut kakak kenapa-kenapa.. Huuuaa!!"
Kak Hiro berusaha bangkit untuk duduk, sambil memelukku ia berkata
"Kakak gak apa-apa selagi kamu selamat, tersenyumlah I-chan"
"Kakak jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi!! Huuuaa!!"
"Ayo bangkit berdiri, anak kecil!! Kita akan ke rumah Kak Yuki kan?"
"Nggak mau! I-chan mau jaga kakak dulu sampai kakak sembuh"
"Dasar! Kakak udah gak kenapa-kenapa lagi tau!"
Aku hanya terdiam, tak mungkin kakak nggak kenapa-kenapa.

"Haaah~ apa boleh buat"
"... Kenapa, kak?"
Kak Hiro mulai menunduk, mendekatiku dan...
"Heeei!! Apa yang kakak lakukan?"
"Gak tau ya? Ini namanya menggendong"
"Uggh!! Kakak kan masih sakit!"
"Seorang cowok gak akan mungkin terlihat lemah  di depan seorang cewek, bukan?"
Benar apa kata Kak Hiro.. Seorang cowok gengsinya sangat tinggi.
"Apalagi kalau di depan adiknya. Ia gak akan membuat adik kecilnya yang manis menangis."
"Kak Hiro..."

"Ayoo bangkit!!"
"Yooosssh!!"
Kak Hiro menggendongku sampai ke rumah Kak Yuki nanti.
Tubuhnya seolah berkata "seorang cowok harus melangkah maju dan gak boleh menyerah"
Itulah Kak Hiro! Kakakku seorang, gak ada yang bisa menandingi kehebatan kakakku, bahkan Kak Petzu. :)
 

all about.... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea