Desahan angin, suara detak jantung, nafas terengah, itulah yang aku dengar sekarang ini.
Kak Hiro, dia berusaha keras untuk menggendongku.
Aku mau turun dari gendongan Kak Hiro, tapi aku takut Kak Hiro berpikir kalau aku tak ingin digendong olehnya.
"Kakak...."
"Ya?"
"I-chan mau..." belum sempat aku mengatakan inti pembicaraannya, kakak telah memotong pembicaraanku.
"Ayolah, kakak tak apa I-chan.."
"Kak Hiro.."
"Karena kakak seorang cowok, tak mungkin menyerah hanya karena keadaan fisik"
Aku terdiam mendengar perkataan Kak Hiro yang seperti itu.
Kak Hiro benar-benar kuat!!
Ia mulai memperkecil langkahnya, jantungnya mulai berdetak sangat cepat. Kali ini aku mulai khawatir dengan keadaan Kak Hiro.
Keadaan seperti ini aku memeluk Kak Hiro dengan kencang, aku takut terjadi apa-apa dengan Kak Hiro.
"I-chan"
Apakah kakak merasakan apa yang ku rasakan? Aku sangat khawatir dengan keadaan kakak sekarang.
"Kakak tak apa kok, kan tadi kakak sudah bilang sama I-chan. Ini kan sudah mau sampai di rumah Yuki"
Aku terdiam, tak mau mengucapkan sepatah kata pun kepada Kak Hiro.
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah Kak Hiro.
Ia berhasil mengantarkanku ke rumah Kak Yuki.
Ting tong..
Kak Hiro menekan bel di dekat pintu pagar Kak Yuki.
Dari sana terdengar suara teriakan..
"Yaaa, tunggu sebentar.."
Pasti suara Kak Yuki.
Aku melihat Kak Yuki berlari, membukakan pintu pagar.
"Loh?"
"Cepet deh kak Yuki, buka pintunya.."
"Aaah~ ya ya"
Kak Hiro tetap saja menggendongku.
"Kak Hiro, ini sudah sampai rumah Kak Yuki kok"
"Oh iyaa, haha.."
Kak Hiro mulai menurunkanku.
"Aaa~ ayo masuk.. masuk.."
Muka Kak Yuki berubah, entahlah.. sok sopan atau memang sudah tobat menjadi orang yang sopan. Kak Yuki kan ganas banget. Apalagi kalau bertemu dengan Kak Ryuseiu, pasti muka memerah dan marah-marah gaje. Aku tahu kalau Kak Yuki menyukai Kak Ryuseiu.
"Ayo, silakan.. Tak usah sungkan-sungkan"
"Tenang Kak Yuki, I-chan gak akan sngkan-sungkan kok"
Aku melihat Kak Yuki sepertinya mau memukulku, tapi kan karena ada Kak Hiro, ia tak berani. Hohoho, waktunya ngerjain Kak Yuki.
"Sebentar ya, aku sediain teh dulu. Silakan duduk di ruang tamu"
Sementara Kak Yuki menyediakan teh, aku dan Kak Hiro hening 1000 bahasa.
Tak ada bicara sedikitpun.
Aku mau berbicara dengan kakak, tapi apa yang harus ku bicarakan?
"I-chan.."
"!!"
"Rumahnya Yuki besar juga yaa, juga bersih"
"Iya kak, memang.."
"Gak kayak kamarmu. Ahahaha~"
"Aaaa!! Dasar Kak Hirooo!!!"
"Aloo.. aloo"
"Kak Yukii"
"Ini tehnya sudah datang, silakan.."
Kak Yuki berbeda dari biasanya, dulu seperti cowok, sekarang cewek tulen!!
Kak Yuki mulai menyerahkan secangkir teh kepadaku dan Kak Hiro.
Ia juga membawakan biskuit.
Ummm, enak niih...
Ngapain di rumah Kak Yuki?
Aku, Kak Hiro dan Kak Yuki ngobrol-ngobrol. Kami juga main PS, kak Yuki memiliki PS2, ahahaha~
Awalnya kak Yuki dan kak Hiro bermain PS bola. Wah! Aku tak mengerti, dan pertandingan dimenangkan oleh kakakku pastinya. Gila! Beda tipis tau! 2-1.
Setelah main bola, kami ganti-gantian main Naruto.
Save-save'an Kak Yuki. Wah!! Karakternya sudah lengkap! Jago nih!
Kami bermain Naruto, skornya kejar-kejaran.
Tapi untuk Naruto Kak Yuki yang memenagkannya. Juara 1 Kak Yuki, juara 2 Kak Hiro, juara 3 aku. Ngenes memang.
Setelah bosan bermain PS, kami bermain kartu.
Kak Yuki dan Kak Hiro susul-susulan menang terus!! Aaah!! Aku kapan menangnya?!
Jam menunjukkan pukul 4 sore, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku mulai kelelahan, entah kenapa aku langsung mendekat ke kakak, lalu mulai tertidur di pangkuannya. Maaf kakak, aku selalu merepotkanmu, tapi hari ini hari yang sangat melelahkan.
Aku mulai tertidur di pangkuan kakak. Kakak mengelus kepalaku dengan lembut.
Kalau begini terus aku bisa tertidur pulas, kalau tertidur pulas, nanti pasti kakak yang akan menggendongku, aku banyak merepotkan kakak.
"Yuki.."
Tunggu!! Kak Hiro memulai pembicaraan dengan Kak Yuki, tapi mataku tak mau terbuka.
Mata tak mau terbuka tapi masih bisa mendengar.
"Ya?"
"Terima kasih ya.."
"Haah? Untuk apa?"
"Menemani adikku sampai saat ini, banyak cerita yang diceritakan I-chan tentangmu"
"Hahahaha~ itu bukan masalah tau. Aku senang bisa berteman dengan I-chan, ia begitu ceria"
"Ya, memang begitu.."
"Kau.. tetaplah jaga dia yaa.."
Loh? Kok pembicaraannya jadi sedih gini?
"Aku akan selalu menjaganya"
"Ya, itu tak terdengar asing lagi di telinga"
"Iya lah, hahaha.. ngomong-ngomong kamu menyukai Ryuseiu?"
Astaga!! Kakak frontal!!!
"....."
"Maaf, aku tak bermaksud ikut campur urusanmu, Yuki"
Baik! Gak usah ikut campur kak!! Ini mamahnya Kak Yuki kemana sih?!
"Ya, sebenarnya aku menyukai Ryuseiu"
"...."
"Tapi aku tak berani menyatakannya..."
Benar dugaanku!!!
"Yuki.."
"Ya?"
"Sebenarnya aku.."
Aku mendengar jantung kakak berdetak lebih cepat dari biasanya, apakah Kak Hiro akan menyatakan perasaannya kepada Kak Yuki?!Kalau begitu dia nekat dong!! Udah pasti gak akan di terima sama Kak Yuki. Kakak bodoh!!
Ting..toong..
Okee, pembicaraan ini dihentikan oleh bunyi bel.
"Sebentar ya, senpai"
Terdengar suara..
"Mama..."
"Ini mama bawakan sedikit makanan dari rumah teman mama tadi"
"Okee ma.. Umm.. I-chan dan Hiro senpai dari tadi sudah bermain di sini"
"Ah, tak apa.. Udah mama anggap seperti keluarga sendiri kok"
Tap..tap...tap..
Suara langkah kak Yuki dan mamanya.
"Tante ke dapur dulu ya, Hiro"
"Iya, tante.."
"Okee, senpai.. Tadi mau bicara apa?"
"Sebenarnya aku tadi mau pulang.. Ahahaha~ Aku dan I-chan pulang dulu ya"
"Loh kok mau pulang?"
"Iya tante, mainnya udah dari tadi kok. Gak enak juga sama Yuki"
"Baiklah senpai"
"Hiro dan I-chan pulang dulu ya, tante"
"Okee hati-hati di jalan yaa"
"Iya, tante.. Yuki, aku pulang dulu yaa, bersama I-chan di punggungku"
"Ahahaha~ Iya senpai, bye-bye.. Hati-hati yaa, jaga I-chan baik-baik"
"Pasti donk"
Aku tak tau kejadiannya seperti apa, yang ku tahu hanya pembicaraannya saja.
Aku yang kembali di gendong oleh Kak Hiro.
Setelah aku bangun nanti, aku pasti akan mengucapkan terima kasih kepada kakak. ^^
Kak Hiro, dia berusaha keras untuk menggendongku.
Aku mau turun dari gendongan Kak Hiro, tapi aku takut Kak Hiro berpikir kalau aku tak ingin digendong olehnya.
"Kakak...."
"Ya?"
"I-chan mau..." belum sempat aku mengatakan inti pembicaraannya, kakak telah memotong pembicaraanku.
"Ayolah, kakak tak apa I-chan.."
"Kak Hiro.."
"Karena kakak seorang cowok, tak mungkin menyerah hanya karena keadaan fisik"
Aku terdiam mendengar perkataan Kak Hiro yang seperti itu.
Kak Hiro benar-benar kuat!!
Ia mulai memperkecil langkahnya, jantungnya mulai berdetak sangat cepat. Kali ini aku mulai khawatir dengan keadaan Kak Hiro.
Keadaan seperti ini aku memeluk Kak Hiro dengan kencang, aku takut terjadi apa-apa dengan Kak Hiro.
"I-chan"
Apakah kakak merasakan apa yang ku rasakan? Aku sangat khawatir dengan keadaan kakak sekarang.
"Kakak tak apa kok, kan tadi kakak sudah bilang sama I-chan. Ini kan sudah mau sampai di rumah Yuki"
Aku terdiam, tak mau mengucapkan sepatah kata pun kepada Kak Hiro.
Tap.. tap.. tap..
Suara langkah Kak Hiro.
Ia berhasil mengantarkanku ke rumah Kak Yuki.
Ting tong..
Kak Hiro menekan bel di dekat pintu pagar Kak Yuki.
Dari sana terdengar suara teriakan..
"Yaaa, tunggu sebentar.."
Pasti suara Kak Yuki.
Aku melihat Kak Yuki berlari, membukakan pintu pagar.
"Loh?"
"Cepet deh kak Yuki, buka pintunya.."
"Aaah~ ya ya"
Kak Hiro tetap saja menggendongku.
"Kak Hiro, ini sudah sampai rumah Kak Yuki kok"
"Oh iyaa, haha.."
Kak Hiro mulai menurunkanku.
"Aaa~ ayo masuk.. masuk.."
Muka Kak Yuki berubah, entahlah.. sok sopan atau memang sudah tobat menjadi orang yang sopan. Kak Yuki kan ganas banget. Apalagi kalau bertemu dengan Kak Ryuseiu, pasti muka memerah dan marah-marah gaje. Aku tahu kalau Kak Yuki menyukai Kak Ryuseiu.
"Ayo, silakan.. Tak usah sungkan-sungkan"
"Tenang Kak Yuki, I-chan gak akan sngkan-sungkan kok"
Aku melihat Kak Yuki sepertinya mau memukulku, tapi kan karena ada Kak Hiro, ia tak berani. Hohoho, waktunya ngerjain Kak Yuki.
"Sebentar ya, aku sediain teh dulu. Silakan duduk di ruang tamu"
Sementara Kak Yuki menyediakan teh, aku dan Kak Hiro hening 1000 bahasa.
Tak ada bicara sedikitpun.
Aku mau berbicara dengan kakak, tapi apa yang harus ku bicarakan?
"I-chan.."
"!!"
"Rumahnya Yuki besar juga yaa, juga bersih"
"Iya kak, memang.."
"Gak kayak kamarmu. Ahahaha~"
"Aaaa!! Dasar Kak Hirooo!!!"
"Aloo.. aloo"
"Kak Yukii"
"Ini tehnya sudah datang, silakan.."
Kak Yuki berbeda dari biasanya, dulu seperti cowok, sekarang cewek tulen!!
Kak Yuki mulai menyerahkan secangkir teh kepadaku dan Kak Hiro.
Ia juga membawakan biskuit.
Ummm, enak niih...
Ngapain di rumah Kak Yuki?
Aku, Kak Hiro dan Kak Yuki ngobrol-ngobrol. Kami juga main PS, kak Yuki memiliki PS2, ahahaha~
Awalnya kak Yuki dan kak Hiro bermain PS bola. Wah! Aku tak mengerti, dan pertandingan dimenangkan oleh kakakku pastinya. Gila! Beda tipis tau! 2-1.
Setelah main bola, kami ganti-gantian main Naruto.
Save-save'an Kak Yuki. Wah!! Karakternya sudah lengkap! Jago nih!
Kami bermain Naruto, skornya kejar-kejaran.
Tapi untuk Naruto Kak Yuki yang memenagkannya. Juara 1 Kak Yuki, juara 2 Kak Hiro, juara 3 aku. Ngenes memang.
Setelah bosan bermain PS, kami bermain kartu.
Kak Yuki dan Kak Hiro susul-susulan menang terus!! Aaah!! Aku kapan menangnya?!
Jam menunjukkan pukul 4 sore, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Aku mulai kelelahan, entah kenapa aku langsung mendekat ke kakak, lalu mulai tertidur di pangkuannya. Maaf kakak, aku selalu merepotkanmu, tapi hari ini hari yang sangat melelahkan.
Aku mulai tertidur di pangkuan kakak. Kakak mengelus kepalaku dengan lembut.
Kalau begini terus aku bisa tertidur pulas, kalau tertidur pulas, nanti pasti kakak yang akan menggendongku, aku banyak merepotkan kakak.
"Yuki.."
Tunggu!! Kak Hiro memulai pembicaraan dengan Kak Yuki, tapi mataku tak mau terbuka.
Mata tak mau terbuka tapi masih bisa mendengar.
"Ya?"
"Terima kasih ya.."
"Haah? Untuk apa?"
"Menemani adikku sampai saat ini, banyak cerita yang diceritakan I-chan tentangmu"
"Hahahaha~ itu bukan masalah tau. Aku senang bisa berteman dengan I-chan, ia begitu ceria"
"Ya, memang begitu.."
"Kau.. tetaplah jaga dia yaa.."
Loh? Kok pembicaraannya jadi sedih gini?
"Aku akan selalu menjaganya"
"Ya, itu tak terdengar asing lagi di telinga"
"Iya lah, hahaha.. ngomong-ngomong kamu menyukai Ryuseiu?"
Astaga!! Kakak frontal!!!
"....."
"Maaf, aku tak bermaksud ikut campur urusanmu, Yuki"
Baik! Gak usah ikut campur kak!! Ini mamahnya Kak Yuki kemana sih?!
"Ya, sebenarnya aku menyukai Ryuseiu"
"...."
"Tapi aku tak berani menyatakannya..."
Benar dugaanku!!!
"Yuki.."
"Ya?"
"Sebenarnya aku.."
Aku mendengar jantung kakak berdetak lebih cepat dari biasanya, apakah Kak Hiro akan menyatakan perasaannya kepada Kak Yuki?!Kalau begitu dia nekat dong!! Udah pasti gak akan di terima sama Kak Yuki. Kakak bodoh!!
Ting..toong..
Okee, pembicaraan ini dihentikan oleh bunyi bel.
"Sebentar ya, senpai"
Terdengar suara..
"Mama..."
"Ini mama bawakan sedikit makanan dari rumah teman mama tadi"
"Okee ma.. Umm.. I-chan dan Hiro senpai dari tadi sudah bermain di sini"
"Ah, tak apa.. Udah mama anggap seperti keluarga sendiri kok"
Tap..tap...tap..
Suara langkah kak Yuki dan mamanya.
"Tante ke dapur dulu ya, Hiro"
"Iya, tante.."
"Okee, senpai.. Tadi mau bicara apa?"
"Sebenarnya aku tadi mau pulang.. Ahahaha~ Aku dan I-chan pulang dulu ya"
"Loh kok mau pulang?"
"Iya tante, mainnya udah dari tadi kok. Gak enak juga sama Yuki"
"Baiklah senpai"
"Hiro dan I-chan pulang dulu ya, tante"
"Okee hati-hati di jalan yaa"
"Iya, tante.. Yuki, aku pulang dulu yaa, bersama I-chan di punggungku"
"Ahahaha~ Iya senpai, bye-bye.. Hati-hati yaa, jaga I-chan baik-baik"
"Pasti donk"
Aku tak tau kejadiannya seperti apa, yang ku tahu hanya pembicaraannya saja.
Aku yang kembali di gendong oleh Kak Hiro.
Setelah aku bangun nanti, aku pasti akan mengucapkan terima kasih kepada kakak. ^^

0 komentar:
Posting Komentar