Blogger Widgets all about....: Retret Day 2 - "What's your symbol?"

Senin, 04 November 2013

Retret Day 2 - "What's your symbol?"

By Indah_chan di 16.51


Suhu yang sangat dingin menusuk sampai ke tulang. Aku tak terbiasa dengan suhu yang sangat rendah. Kain penghangat yang tadinya tersusun rapi di tempat tidur, kini tergunakan dengan baik. Suhu di Bandungan memang rendah, aku harus melipat kaki ku untuk membantu penghangatan yang lebih. Kemarin aku berpesan kepada emak untuk bangun pukul 4 pagi. Alarm jampun telah disediakan untuk membantu kita bangun.
Tapi, aku tidak mendengarkan kalau jam itu berbunyi. Aku asik sendiri untuk tidur, tetapi saat aku terbangun, aku melihat jam menunjukkan pukul 04.15. Lebih baik bangun daripada tidak sama sekali. Hahahaha. Saat aku bangun, emak bercerita kalau ternyata tadi dia membangunkanku tetapi aku tidak ada reaksi apa-apa. Berbagai cara sudah ia lakukan misalnya dengan mendekatkan jam agar bunyi dari alarm jam itu terdengar, lalu mencolek tanganku dan lain sebagainya sampai pada akhirnya aku terbangun dengan sendirinya.
“Kamu bagaimana sih, Nduty aja yang di kamar sebelah bisa bangun karena alarmnya terdengar sampai kamarnya, masa kamu ndak isa toh?”
“Hehe, maaf toh, mak.”
“Ya sudah.”
“Terus kita mau ngapain dulu, mak?”
“Mandi dong. Terus kita bangun jam 4 pagi ini mau ngapain?”
“I-iya juga sih.”
Akhirnya kita mulai mempersiapkan peralatan mandi, ember dan pakaian ganti yang dibalutkan oleh plastik sebagai pelindung agar tidak basah saat mandi nanti. Berjalan perlahan menuju kamar mandi. Aku telah mengetahui suhu di Bandungan sangat dingin, tetapi masih saja aku nekat untuk mengguyurkan air bak di kamar mandi itu. Sangat dingin memang, akhirnya menyerah. Lalu membuka keran shower air hangat dan diasukkan ke ember dengan ditambah sedikit air yang sangat dingin itu. Dan jadilah air hangat.
Selesai mandi, aku dan emak kembali ke kamar. Kita bingung ingin melakukan apa karena terlalu pagi. Teman-teman yang lain belum ada yang bangun. Sedangkan Nduty kembali tidur, katanya tadi terbangun karena jam alarmnya emak. Akhirnya kami hanya makan cemilan yang telah kami bawa, lalu kira-kira pukul 04.30 sudah ada teman yang duduk di ruang makan. Aku dan emak juga ke meja makan. Mereka tak lama di ruang makan, mereka mulai kembali ke kamar, mungkin tadi hanya sekedar minum dan memakan cemilan mereka. Lama-kelamaan, teman-teman sudah bangun. Acara selanjutnya pukul 06.00 adalah misa pagi.
Misa pagi dipimpin oleh Romo dengan inti yang dapat aku ambil adalah semakin kita dewasa, pasti semakin banyak yang dituntut. Jadi kita harus menyerahkan semua yang kita miliki untuk melakukan hal yang benar. Misalnya menggunakan alat-alat indra dengan baik. Mata untuk melihat hal-hal yang benar, lidah untuk berbicara kebenaran tentang Allah dan lainnya.
Misa akhirnya selesai, pukul 07.00, kami mulai sarapan. Sarapan pertama di Griya Asisi. Teman-teman sudah amulai dekat antara satu dengan yang lain. Dengan sarapan, Romo memberi kami tugas untuk memikirkan simbol dari diri kami masing-masing. Simbol itu harus benda mati. Aku berusaha keras, memikirkan simbol benda mati apa yang sesuai denganku. Sampai akhirnya aku berpikir tentang imajinasi, gambar, lukisan dan kanvas. Awalnya aku hanya memikirkan hobiku yaitu menggambar, dari menggambar, aku memiliki apa saja. Aku mulai berpikir dan terus berpikir. Akhirnya aku menemukan simbol dari diriku sendiri. Simbol benda mati yang mencerminkan diriku adalah pensil warna. Mengapa bisa pensil warna? Pensil warna itu berwarna-warni, bisa mewarnai kehidupan seseorang dengan warna-warna tertentu. Tetapi pensil warna sebenarnya rapuh jika tidak ada pelindung kayunya. Sama seperti aku yang sebenarnya kuat di luar, tapi rapuh di dalam. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui kalau aku itu orangnya seperti itu. Setelah memikirkan simbol benda mati tadi, aku harus menuliskannya di kertas yang telah diberikan Romo. Tak terasa waktu sarapanpun telah usai, pukul 08.00 kami kembali ke aula untuk memulai sesi 2, bercerita tentang simbol yang telah kami pikirkan. Sharing kepada teman-teman kelompok yang telah ditentukan. Ada yang memilih gelas, air, kursi, jaket, sepatu, bantal, lilin, partitur piano, dan baju. Mereka menjelaskan mengapa mereka bisa memilih simbol itu dan apa kelebihan maupun kekurangannya. Setelah setiap anggota menceritakan simbol mereka, Romo menyuruh kami untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Romo akan menjelaskan tentang Enneagram.
Enneagram berasal dari 2 kata, yaitu Ennea yang berarti sembilan dan graph berarti tulisan. Jadi, Enneagram berarti 9 pola pribadi manusia. Enneagram sendiri merupakan tradisi guru SUFI ( Islam ). Pada tahun 1870 dikembangkan lagi oleh Ivanowich Gurdjieff yang belajar secara lisan. Kemudian tahun 1920, Enneagram diperkenalkan di Eropa. Tujuan Enneagram sendiri adalah untuk menemukan diri sendiri dan membantu memahami orang lain. Enneagram menunjukkan anugerah dan sisi gelap untuk mencapai kebebasan, perubahan, pertobatan. Enneagram juga penunjuk bagian gelap dan seharusnya jika kita telah mengenali, kita harus berani membuka topeng. Untuk itu diperlukan : self-observation ( refleksi dan mawas diri ), self-remembering ( mengingat ), dan self-understanding ( memahami ). Lalu ada 9 binatang yang menjadi pusat Enneagram. Tiga diantaranya telah dijelaskan oleh Romo. Ada semut, kucing dan elang.
Romo telah menjelaskan sedikit tetang Enneagram, tetapi waktu sesi 2 hanya sampai pada pukul  10.15, lewat dari jam itu, waktunya snack pagi. Seperti biasa, hubungan pertemanan kami sudah mulai dekat. Mulai mengambil snack dan duduk di tempat yag telah disediakan.
Entah mengapa waktu makan terasa sangat cepat sekali hingga kami kembali melanjutkan sesi yang ke 3. Dalam sesi ke 3 ini, kembali melanjutkan tentang Enneagram. Mengenali lebih jauh sifat-sifat yang mendasari orang yang memilih kuda, burung hantu, kelinci, kera, harimau, dan terakhir kerbau. Dari semua yang telah Romo jelaskan, ternyata aku lebih condong ke sifat Elang.
Elang merupakan sang motivator, inspirator, ambisius, percaya diri,. Sifatnya ekstrovert ( terbuka ). Ciri-ciri yang dimiliki elang adalah sangat prihatin tentang keberhasilan; pribadi ambisius menjadi pemenang nomor 1; mencari sukses dan pujian; penuh percaya diri; pribadi yang menarik, anggun, ceria; luwes dan dikagumi; organisator yang baik, penuh perhitungan, efisien; kurang peka akan perasaan orang lain, karena sibuk dengan tugas dan hasil; pandai menyembunyikan perasaannya karena ingin tampak baik/ hebat; dapat memandang rendah/ mengabaikan orang lain; pandai menangkap harapan orang lain; pandai menyesuaikan diri; pandai mempromosikan diri, tukang “jual jamu”; karir menanjak, punya kharisma, banyak bakat; suka pamer, angkuh; prihatin akan penilaian orang terhadapnya; sukar ambil waktu untuk rileks; membuat rencana ingin tujuan jelas. Masa kecil dari Elang ini dibiasakan mempunyai harga diri yag tinggi, dan selalu mendapat perhatian. Yang dapat dibanggakan dari elang adalah “I’m Successful!”. Tokoh yang sifatnya sama adalah Yusuf (PL), John Paul II, Antoni de Mello. Cara bicara dari elang itu penuh semangat, membual, meyakinkan, mengesankan. Bantuan : jangan memberi kesan lebih bodoh, lamban; jangan membual, menipu, memanfaatkan orang lain, jangan manipulasi; jangan bersikap seperti yang diharapkan orang lain; dukung dan teguhkanlah orang lain; humor yang tinggi; pakai bakat demi kebaikan kelompok; jangan membandingkan. Setelah mengetahui Enneagram dari diri kita, Romo memberikan tugas kelompok. Tugasnya adalah mempersatukan simbol-simol yang diceritakan oleh setiap anggota kelompok dan disusun sebagai alat peraga lalu dipersentasikan.
Sesi ke 3 telah selesai, pukul 12.30 sampai pukul 13.30 waktunya makan siang. Entahlah, tapi perut ini kenyang sekali rasanya. Di tempat retret makannya banyak sekali, ini namanya menambah gizi. Hahaha. Setelah makan siang, acara bebas. Tetapi acara bebas, tidak bisa bebas. Aku dan kelompokku harus berdiskusi tentang alat peraga yang akan dipersentasikan dengan kumpulan simbol benda mati dari teman-teman sekelompok. Berkumpul, membahas bersama. Akhirnya kita menamukan suatu bentuk. Dan siap dipersentasikan nantinya. Waktu masih tersisa banyak. Aku menemui emak. Sebelum bertemu dengan emak, Dhita mengajakku untuk jalan-jalan. Aku mengiyakan ajakannya dan aku mengajak emak yang ternyata berada di kamar sedang berusaha untuk tidur siang, saat ku ajak jalan-jala,. emak juga mau. Tap setelah jalan-jalan, alhasil kita hanya jalan-jalan di gang Griya Asisi untuk mencari dinginnya udara di Bandungan, lalu setelah itu balik lagi ke Griya Asisi, melihat taman belakang yang dimiliki Griya Asisi. Setelah agak lelah, aku dan emak mulai masuk kamar, mencoba untuk tidur tetapi tidak bisa karena Mila tiba-tiba datang. Rencananya aku mandi pukul 15.30, sedangkan Mila telah mandi. Mila ingin kembali ke kamar, tetapi tdak ada temannya, kebetulan waktu itu Dea sedang tidak berada di kamar, ia sedang jalan-jalan ke pasar. Jadi Mila bermain ke kamarku. Dan aku serta emak ingin mandi. Kata emak, dia membaca-baca buku yang emak bawa, sedangkan aku dan emak mandi.
Perlengkapan mandi dan pakaian telah di bawa semua. Aku kira sudah lengkap, oke, berangkat untuk mandi. Aku baru saja ingin sabunan, emak telah menggedor pintuku. Aku berteriak dari dalam kamar mandi dan bertanya mengapa emak menggedor pintuku. Ternyata aku melupakan sesuatu hal yang penting. Handuk milikku, lupa aku bawa. Untung emak membawakannya untukku. Aku mengucapkan terima kasih kepada emak. Setelah itu, aku cepat-cepat untuk mandi.
Selesai mandi, tak terasa sudah snack sore. Snack sore pukul 16.30 dan selesai snack, dilanjutkan sesi ke 4. Sesi ke 4 ini akan ada persentasi dari simbol benda mati yang disusun sedemikian rupa. Kelompok kami sudah berusaha keras agar menjadi alat peraga yang cukup menarik.
Semua kelompok mempersentasikan dengan menarik. Dan tiba gilirannya kelompokku. Kelompok 4 mempertunjukan yang menyerupai manusia yang sedang membuat partitur piano dengan pensil warna ditemani secangkir air bening dan lilin di sampingnya. Maksud dari kelompok 4 membuat itu karena semuanya saling keterkaitan. Jadi, simbol itu bisa saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Seseorang akan lebih baik bekerja sama antara 1 dengan yang lainnya. Itulah maksud dari peragaan kelompokku. Setelah semua persentasi selesai, Romo melanjutkannya dengan mempersentasikan tentang  7 langkah adaptasi  dan persiapan menghadapi masa depan. Apa saja langkah-langkanya? Yang wajib kita miliki adalah keyakinan. Yakin akan : orangtua adalah guru dan mentor terutama; belajar merupakan proses seumur hidup; belajar merupakan proses perluasan hidup; fokus pada kemampuan berkomunikasi; berpikir global, bertindaklah lokal; dengan bekerja keras, kamu akan belajar dan berkembang di banyak area; jadilah pembelajar. Itulah persentasi yang disampaikan oleh Romo di aula kepada kami di sesi ke 4,
Sesi ke 4 selesai pada pukul 18.30 yang akan dilanjutkan dengan makan malam sampai pada pukul 19.30. Selesai makan malam, akan melanjutkan sesi ke 5. Sesi ke 5 ini akan dilaksanakan di halaman depan. Sebelum ke halaman depan, aku mengabil jaketku. Hal yang sama juga dilakukan oleh teman-teman agar dirinya tetap hangat.
Kami keluar ke halaman depan untuk melanjutkan sesi, di sesi ini dibagi menjadi 2 kelompok besar. Dengan cara menghitung lalu Romo nya membagi  nomor sekian sampai sekian ke kelompok A dan sekian sampai sekian ke kelompok B. Kelompokku sangat ramai sekali, tetapi seru. Di sini kami memulai permainan, Romo menyuruh kelompok A dan kelompok B untuk membuat lingkaran. Kami akan melakukan 3 permainan. Permainan 1 disuruh untuk membuat lingkaran , lalu ada 1 teman yang tangannya dipegang oleh Romo dan diajak berputar-putar sehingga tidak membentuk lingkaran lagi. Setelah diacak seperti itu, Romo menyuruh kami untyk mengembalikan ke bentuk semula. Di permainan 1, kami tidak dapat menang karena sulit sekali. Yang memenangkan permainan ini adalah kelompok B, sedangkan aku masuk kelompok A. Dilanjutkan ke permainan ke 2, setiap kelompok disuruh merapat ke tengah, Romo menyuruh kami untuk memegang tangan kiri bertemu dengan tangan kanan teman. Lalu dari sana, kita harus membentuk lingkaran. Di permainan ini kita berhasil membuat lingkaran, seharusnya hanya 1 lingkaran, tetapi kami terbagi menjadi 2 lingkaran, di permainan ini kami kalah lagi. Permainan ke 3 dimulai, kami di suruh merapat dan membentuk lingkaran. Di sini kita disuru duduk di paha teman, jadi saling menopang dan disuruh untuk berbaring di badan teman itu. Awalnya sangat susah, kelompokku sampai terjatuh. Tapi pada akhirnya, kami menang. Kami bisa menyelesaikan permainan ini dengan sangat mulus. Ternyata menopang teman tidaklah susah. Kami mulai bergembra. Ternyata kami bisa bekerjasama. Setelah ketiga permainan telah selesai, Romo menyuruh kami membuat lingkaran besar dan disuruh duduk bersilang. Romo akan memberikan 8 gerakan untuk menyanyikan lagu “KasihNya seperi sungai” yang gerakannya makin lama makin cepat.
Lalu dari sini yang dapat kita ambil adalah bekerjasama untuk mencapai tujuan kita.
Setelah kegiatan itu, tak lupa Romo berdoa malam sebelum tidur yang akan dipimpin bergantian oleh teman-teman yang telah ditunjuk sebelumnya. Setelah selesai, kami kembali ke rumah retret. Sedangkan aku langsung kembali ke kamar untuk tidur. Sepertinya aku tidur dengan lelap sekali hari ini. Badanku lelah. Selamat tinggal hari kedua.

0 komentar:

 

all about.... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea