Blogger Widgets all about....: Desember 2012

Minggu, 23 Desember 2012

Sometimes_Chapter XIV - Hiro become Hero ( 1 )

By Indah_chan di 22.19 0 komentar
Matahari di siang hari sangat menyengat. Ya iyalah, secara kan pukul 12.
Kami tidak main kemana-mana lagi, kembali ke rumah dan makan siang.
"Kami pulang.." Teriak Kak Hiro.
"Mamaaa~ Anakmu pulaaang~"
"Aaah~ syukurlah yaa.."
"Nada bicara Mama seperti meremehkan Kak Hiro.. Ihihihi~" kataku sambil melihat Kak Hiro.
Kak Hiro memalingkan wajahnya, "Aku gak dengar, aku gak dengar!!"
"Ahahaha~ ada-ada saja kalian ini. Cepat, bersihkan diri kalian. Ini berkeringat sekali."
"I.. Iyaa ma.."

Aku dan Kak Hiro disuruh membersihkan diri alias mandi.
Selesai mandi...

"Wuuoo I-chan"
"Hah?"
"Ayo makan siang dulu" Ajak Kak Hiro.
"Wuuookeeh kak!!"

Semakin hari sepertinya aku mulai menghormati dia sebagai kakakku. Biasanya sih nggak. Tapi kali ini atmosfernya Kak Hiro bebeda. Dia sudah mulai bertobat deh.

Makan.. Makaan~
"Mari makan semua"
"Selamat makan"
Kami menyantap makan siang kami masing-masing.
Yang berada di meja makan cuma aku dan Kak Hiro, sedangkan Papa dan Mama sudah makan duluan tadi.
"I-chan"
"Hah?"
"Kenapa kita bisa akrab ya?"
"Ngomong apa sih kak? Kita kan saudara."
"Maksudnya dulu kan kau tak pernah menganggapku sebagai kakakmu"
"Bukan gak menganggap kak, cuma belum ada respect"
"Aaaah~ dasar kau!!" teriak Kak Hiro sambil memukul kepalaku.
"Huhuhu~ sakit tau kak"
"Rasakan.. Ahahaha"
Ya, aku senang kok memiliki kakak seperti dia.

"I-chan.."
"Apalagi kak?"
"Selesai makan, kita main ke rumah Yuki?"
"Ayoo kak!!"
"Kita pergi bersama lagi?"
"Hu'um"
"Aku akan menjagamu, I-chan."
"???"
"Ayo makanannya habiskan dulu"
"Okeeh kak!!"
Tapi aku masih bingung, kenapa Kak Hiro sangat memperhatikanku akhir-akhir ini.
Fiiuuh~
Aku akan mencari tau, tak biasanya Kak Hiro seperti ini....

Rabu, 12 Desember 2012

Titik Setimbang kesabaran 0!!

By Indah_chan di 03.46 0 komentar
Kita tinggalkan dulu cerita "Sometimes" yaa..
.__."
Kalian pernah merasa kesabaran kalian sudah habis?
Sekarang aku merasakan hal itu.
Entahlah, aku merasa tak dianggap.
Semua teman-teman dan sahabat-sahabatku mulai menjauh.
Aku mulai jenuh dengan kehidupan seperti ini. Kadang-kadang aku punya niat untuk mengakhiri hidup ini.
.__."
Benar-benar!!
Ada seseorang yang bilang kalau aku termasuk salah satu teman terbaiknya, tapi aku merasa kalau dia bukan teman terbaikku.
Kenapa?
Soalnya kalau dia curhat, aku selalu mendengarkan dia, sedangkan kalau aku yang curhat, dia tak pernah mendengarku.
Sedih rasanya.
Aku selalu mendengarkan keluhan-keluhannya, menanggapo pesan darinya, tetapi dia tak pernah seperti itu terhadapku.

Kali ini, aku berpikir HIDUP ITU TAK ADIL.
Tapi aku harus menerima kenyataan kalau aku telah terlahir di dunia ini sebagai "INDAH"
Namaku memang Indah, tetapi kehidupanku tak se-INDAH namaku..

Maaf semua, kali ini aku posting hal yang tak penting. Mau gimana lagi? Tak ada yang mau mendengarkanku.
.___."
Untuk kali ini, tak apa kan aku kecewa?
Hehehe~

Selasa, 11 Desember 2012

Sometimes_Chapter XIII - Memories

By Indah_chan di 03.16 0 komentar
Matahari pagi membangunkanku, burung-burung berkicau menyambut hari yang indah. Aku mulai beranjak dari tempat tidurku.
Melihat ke arah jam dinding di kamar.
"Masih jam 7"
Aku berusaha untuk tidur di tempat tidurku lagi. Tempat tidur yang nyaman sekali.
Tetapi usahaku gagal. Karena siapa? Siapa lagi kalau bukan Kak Hiro!!
"I-chaaaan~"
Aku berusaha untuk tak mendengarkannya. Apa-apaan sih Kak Hiro ini?! Sekarang kan masih libur semester!!

Tok.. tok.. tok..

Suara ketukan pintu terdengar.
"Woooy!!"
Aaaargh!! Tenanglah kak!! Kenapa berisik banget?!

Ia mengetuk pintu lebih banyak, lebih keras!
Ampuun deh!! Aku harus beranjak dari tempat tidurku yang empuk.

"Aaaa~"
"Eee~ Ohayou"
"Cerewet!"
"Jangan marah donk.. Kan kakak hanya membangunkanmu. Jadi cewe harus rajin"
"Cerewet!"
"Ahahaha~ mandi sana"

Aku mematuhi perintah kak Hiro.
Mengambil handuk dan mulai ke kamar mandi.

Selesai mandi, kami sekeluarga sarapan. Apa makanan kali ini? Miso soup. Yaah,tak apalah, di syukuri saja. Ini juga enak kok. Kan masakan mama selalu enak.
Tapi, tumben saja kali ini Kak Hiro diam saja, biasanya cerewet. Aneh tingkahnya kali ini.
Aku akan bertanya selesai makan nanti.

"I-chan"
"??"
Hah?! Kak Hiro menyapa duluan. Untunglag ia gak kenapa-kenapa.
"Nanti jalan sama kakak ya.."
"Kemana, kak?"
"Iya, kemana Hiro?" Tanya Mama.
"Ke rumah temen, ma."
"Ngapain?" Tanya Papa.
"Main, pa."
"Kenapa harus mengajak I-chan?"
"Iya, kasian I-chan gak ada temennya di rumah"
"A.. Aku.. Siapa bilang? Ada kok!"
"Siapa?"
"Aku bisa saja ke rumah Kak Yuki"
"Kok ke sana terus? Gak enak sama orang rumahnya, sekali-kali temenin kakak main ya."
Aneh, tak biasanya Kak Hiro mau urusannya dicampuri olehku. Pasti ada sesuatu.
'Umm.. Oke deh kak"
"I-chan, jaga diri baik-baik ya.." Nasihat dari Ibu.
"Okeeh, mama"
"Hiro, jaga adikmu dengan benar!" Nasihat dari Papa.
"Okee boss, siaap!"

Selesai sarapan, tak lupa aku membantu Ibu untuk mencuci piring, selesai mencuci piring, aku mencari kakak.
Mencari di ruang tamu.
Tak ada? Seharusnya dia udah siap.
Aku mencari di kamarnya.
Jackpot!! Ketemu!
"Aaa~ kakak. Kok masih di kamar?"
"Iyaa, nunggu I-chan."
"Ya udah, ayo berangkat, kak"
"Okee"

Aku berjalan bersama kakak. Tak biasanya kami jalan berdua, biasanya kami selalu berantem.
Entahlah, dia sekarang mulai berubah.
!!!
Apa jangan-jangan dia sudah bertobat? Baguslah.
Aku berjalan di belakang kakak.
Kakak menggandeng tanganku. Sebenarnya mau kemana aku di bawa oleh kakak?

Perasaanku mulai tidak enak. Aku mulai berpikir macam-macam. Apa kakak ini. . . .
Tidak!! Kak Hiro tak mungkin akan berbuat seperti itu.
Tunggu!!
Kami berhenti di cafe es krim.
"....."
"Ada apa kak?"
"Masih ingat tempat ini I-chan?"
Ada apa dengannya? Jangan buat aku penasaran kakak.
"Iya, kak.."
"Aku berhutang janji padamu bukan?"
"Janji?"
"Iyaa, waktu kecil."
"Janji apa, kak?"
"Akan membawamu ke sini"

Janji? Kak Hiro? Masa?
Tunggu, aku ingat-ingat lagi.
. . . . . .
Aaaah!! Iyaa!! Kak Hiro akan membawa aku ke negeri es krim, tetapi ini kan cafe es krim.
"Maaf I-chan.."
"??!!"
"Kakak gak bisa nepatin janji ini sebelumnya"
"Gak apa kak.."
"Dan ini bukan negeri es krim seperti yang kau bayangkan, bukan?"
"Ummm..."
"I-chan!! Bersemangatlah!!"
"Tapi.. Kakak.."
"Ya?"
"Dalam rangka apa membawaku ke sini?"
"Membuat I-chan senang, ayo masuk!"

Kak Hiro menarik tanganku. Aku masih bingung dengan Kak Hiro.
"Pesan 3 es krim extra yaa!"
"Anuu, kak Hiro, kita cuma berdua looh"
"Tak apa.. Ini kan pakai duit kakak juga. Nikmati saja, I-chan" Kata Kak Hiro dengan senyum. Kali ini dia tulus. Aku masih bingung.

Kami duduk di kursi pojok cafe.
Sambil menunggu es krim datang, kami berdua ngobrol-ngobrol. Hahaha~ banyak hal, mulai dari yang tak penting sampai yang penting. Aku tak pernah seakrab ini dengan kakakku sendiri.

"Ini pesanannya.."
"Wuuaaaah" Aku kaget banget! Es krimnya benar-benar besar!!
"Terima kasih"
"Sama-sama, silalkan dinikmati" Pelayan itupun pergi.
"Kakak!"
"Hoi.."
"Ini.. Seperti negeri es krim!! Aku dikelilingi es krim yang sangat besar!!"
"Hahaha~ ternyata kau masih seperti anak kecil I-chan"
"Eeeh?! Bukan kak!! Lupakan kata-kataku yang tadi.."
"Hahahaha~"
Sambil melahap es krim ku, Kak Hiro melihatku. Tak biasanya dia melihatku seperti itu.
"Oooi kak!"
"Aaa? Ya? Ya?"
"Kenapa kak?"
"Gak apa-apa kok"
Tak mungkin gak ada apa-apa. Kami tinggal 1 rumah, sudah bertahun-tahun bersama. Aku tahu lah kalau sebenarnya Kak Hiro menyembunyikan sesuatu.
Tapi apa?

"Jees.. Jees.. Kereta api datang.. Aaaaaaaaa"
"Apaaa?"
Huump!! Kak Hiro main kereta suap-suapan. Malu banget!! Orang-orang sekeliling pada memperhatikan.
Cewek-cewek pada histeris, mungkin karena melihat kakakku yang menyuapiku. Mereka menganggap kalau aku adalah pacar Kak Hiro, mungkin. Itu hanya hipotesis, belum diakui kebenarannya.

Ada-ada saja tingkah Kak Hiro! Mau nyuapin aku, tapi malah gak jadi, es krimnya malah buat dia. Aku dipermalukan. Hiks..
"Kok gak disuapin ke aku kak?"
"Suka-suka kakak donk"
"Dasar kakak!"

Tak terasa sudah pukul 12.
Lama juga di cafe, ya?
"Kak Hiro.. Terima kasih.."
"Hah? Ulangi!"
"Gak mau!"
"Ahahaha~ sama-sama adik ku tersayang" Jawab Kak Hiro dan seperti biasa, dia mengacak-acak rambutku.
"Ayo sekarang kita pulang, tuan putri"
"Haaaah??! Kak Hiro gila!!"

Tiba-tiba..
"Haah??! Kak Hiro!!"
"Enteng banget!! Gak ada gizinya apa?"
"Asem ya kak!"
Kok bisa gendong aku sih??!

"Hooi I-chan.."
"Yoo?"
"Sudah lama kita gak begini ya?"
"....."
"Kakak senang kau tak berubah"
"Maksud kakak?"
"Artikan sendiri anak kecil!"
"Kakak ngomong gak jelaaas!!" Aku memukul Kak Hiro pelan, reaksi Kak Hiro hanya tertawa.

Sambil menggendongku, Kak Hiro akan membawaku pulang ke rumah.
"Kak, tadi katanya mau ke rumah tema kakak.."
"Hanya bohong, mana mungkin aku ke rumah teman mengajak anak kecil seperti mu, week"
"Dasar! Aku benci kakak!!"
"Tapi kau tetap sayang kakak kan? I-chan kan adik kakak satu-satunya"
"I.. Iya sih!!"
"Kau selalu kalah sama kakak, I-chan"
"Diam kak!"
"Ahahaha~"

Sepanjang jalan, aku dan Kak Hiro bercanda.
Kak Hiro, terima kasih untuk hari ini yaa..

Senin, 10 Desember 2012

Sometimes_Chapter XII - At Home

By Indah_chan di 02.34 0 komentar


Tak lama Kak Hiro membukakan pintu, dan sepertinya ia terkejut dengan hasil bawaanku ke rumah.
"Aku pulaang..." Kataku.
"I-chan.. Ini...." Kata Kak Jun dengan terbata-bata dan memasang muka yang sepertinya terkejut.
"Permisi..." Suara Kak Jun terdengar sangat sopan.
Tiba-tiba mama datang dari dapur menuju ruang tamu.
"I-chan, ini siapa?"
"Anuu.. Guru les gambar, mah.. Nemu di jalan.."
"Ooou.."
Ibu cepat-cepat ke arah dapur, membuatkan minuman untuk Kak Jun.
"Jun?" Kata Kak Hiro dengan sok akrab.
"Ya?" Jawab Kak Jun dengan nada sok cool.
Sentak aku tertawa.
"Ahahahahaha"
"Ada apa I-chan?" Tanya Kak Jun.
"Ahahahaha.. Tak apa kak.. Lagian Kak Jun dan Kak Hiro sok cool semua sih.. Aku aja yang kenalin deh.. Kak Jun, ini Kak Hiro, kakakku. Kak, ini Kak Jun."
Aku memegang tangan Kak Hiro agar Kak Hiro menyalam tangan Kak Jun. Saat memegang tangan Kak Jun, tangan kananku gemetar.
Aduuuh.. Kak Jun bisa merasakan tanganku gemetar kalau begini. Ayo Ichirin!! Relax!! Selow!! Astagaa..
"Jun"
"Hiro"
Aku melihat mama keluar dari dapur. Membawa nampan dan tersusun di atasnya 2 buah cangkir yang terisi teh.
"Mari, nak. Silakan di minum." Kata mama sambil menyerahkan cangkir teh itu kepada Kak Jun.
"Makasih, tante." Dengan senyum (maut *bagiku*) Kak Jun mengucapkan itu.
Wuuuaaah!! Senyumnya!!
Tapi, pasti Kak Jun sepertinya sudah memiliki pacar.
"Mama pergi ke rumah teman mama dulu ya.."
"Okee ma.."
"Hiro!! Jaga I-chan ya!"
"Yo!" teriak Kak Hiro dari kamarnya.

Setelah Mama pergi, Kak Jun memulai pembicaraan duluan.
"Ayoo I-chan, kapan bisa mulai?"
"Mulai?! Mulai apa?!"
Pikiranku mulai panik, aku lupa mendadak. Adakah aku berjanji sesuatu ke Kak Jun?
Glek. Aku menelan air ludahku.
Kak Jun menatapku. Ada apa? Kenapa?
"I-chan..." suara Kak Jun memanggilku dengan lembut. Tunggu!! Dia mulai mendekatiku. Mulai menjauhinya dengan mata tertutup, aku tak kuat dengan tatapannya!!
Apa ini?! Tunggu dulu Kak Jun!! Aku.. Aku.. Sudah memiliki pacar, walaupun dia jauh. Aku harus menepati janjiku sama dia.
Sentak dia terdiam, aku mulai membuka mataku sedikit demi sedikit.
"Hei I-chan!"
"A?"
"Gitar!!"
"??"
"I.. Itu punya siapa?"
"Oooh, punya Kak Hiro.."
"Holaa!" Tiba-tiba terdengar suara Kak Hiro.
"Aku boleh meminjam gitarmu sebentar?"
"Boleeh..boleeh kak.. Mainkan sajaa~"
"I-chan, ini gitar ku"
"Hehehe.. Gak apa-apa dong Kak"
"Ahahaha.. Silakan saja, kau bisa bermain gitar?"
"Ya, tapi masih cupu.."
"Coba mainkan!"

Hatiku berdegup kencang. Padahal Kak Jun belum memainkannya.
Dengan jari-jarinya yang panjang, dia mulai memetikkan senar pada gitar.
Tunggu!! Aku mengetahui lagu ini!
Lagu dari L'Arc~en~ciel - Anata.
Apakah Kak Jun akan bernyanyi?

Instrumennya, sepertinya dia ubah..

"nemure nakute mado no tsuki o miageta...
omoeba ano hi kara"

Deg!! Tidak! Jantung!! Berhentilah berdegup karena dia!!
Kak Jun melanjutkannya lagi..

"sora e tsuzuku kaidan o hitotsu zutsu
aruite kitanda ne
nani mo nai sa donna ni mi watashite mo
tashika na mono nante
dakedo ureshii toki ya kanashii toki ni
anata ga soba ni iru"

Untuk apa Kak Jun menyanyikan lagu ini?
Seandainya Kak Petzu menyanyikan lagu ini untuk ku...

"chizu sae nai kurai umi ni
ukandeiru fune o
ashita eto terashi tsuzuketeru
ano hoshi no you ni"

Dan, masuklah pada Reff..
Tiba-tiba mulutku bernyanyi. Aaa~ Aku duet sama Kak Jun?

"mune ni itsu no hi ni mo kagayaku
anata ga iru kara
namida kare hatete mo taisetsu na
anata ga iru kara"

Dan setelah Reff, aku membiarkan Kak Jun bernyanyi sendiri lagi.
"arashi no yoru ga machi ukete mo
taiyou ga kuzurete mo ii sa

modo kashisa ni jama o sarete umaku ienai kedo
tatoe owari ga nai to shite mo aruite yukeru yo"

Instrumennya, suara senar yang dipetik oleh Kak Jun. Dia, seperti profesional..
" modo kashisa ni jama o sarete umaku ienai kedo
tatoe owari ga nai to shite mo aruite yukeru yo"

Dan kembali ke reff lagi, aku kira aku dan Kak Jun bakal duet lagi, sampai pada akhirnya Kak Hiro menghancurkannya!!

"mune ni itsu no hi ni mo kagayaku
anata ga iru kara
namida kare hatete mo taisetsu na
anata ga iru kara"

Tepuk tangan dari ku untuk Kak Jun.
"Waah.. Kak Jun hebat!"
"Ahahaha.. biasa saja I-chan.."
"Kakak hebat!!"
"Makasih" Jawab Kak Hiro.
"Bukan Kak Hiro!! Tapi Kak Jun.. Weeek"
"Kakakmu cuma aku, I-chan!"
"Ahahaha~"
"Kalian berdua lucu yaa, asik punya saudara"
"Haaah?!" Sentak aku kaget, Kak Jun anak tunggal?
"Loh? Kamu anak tunggal, bro?" Baru saja aku pikirkan pertanyaan itu, Kak Hiro sudah bertanya. Hasrat persaudaraan ya?
"Ada, tapi sudah kerja. Dia sibuk."
Yaak, sama seperti Kak Petzu.

Aku baru ingat, ternyata aku punya janji sama Kak Jun. Bukan aku yang janji deh, tapi Kak Jun yang berjanji mengajariku untuk menggambar proposional badan.
"Kak Jun!!"
"Hoe?"
"Aku ingat!!"
"Ingat apa adikku yang unyuu?" Sambil mencubit pipi ku.
"Aaaah~ Kak Hiro!! Aku bukan anak kecil lagi tau!!"
"Iyaa..iyaa" Dia melepaskan cubitannya.
"Kak Jun, akan mengajariku gambar"
"Oooh, iyaa.. Maaf yaa, jadi lupa.. Ahahaha~"
"Jun! Adikku udah bisa menggambar, kenapa diajarin lagi?"
"Pihak yang tak berkepentingan, silakan pergi"
"Dasar kau ini!"

Akhirnya Kak Jun mengajariku gambar proporsi badan yang pas. Mulai dari "Stickman" lalu "Blockman" dan "Manga jadi".
Aku senang hari ini.
Kak Jun sampai sore berada di rumahku.
Pukul 6 sore, dia akan segera pulang ke rumahnya.

"Makasih untuk semuanya, I-chan, Hiro"
"Aaaa.. Okee bro.. Kapan-kapan datang lagi ya"
Aaa? Datang? Lagi? Deg.. deg..
"E.. Etto.. Maka.. siih.. Kak.. Ju.. Juun.."
"Harusnya aku yang berkata begitu I-chan" katanya sambil mencubit pipi ku.. Wajahnya terlalu dekat. Apakah dia melihat wajahku yang memerah? Aaaa!! Aku tak tahan lagi! Sekarang harus kuakui, aku menyukai Kak Jun!!

Sometimes_Chapter XI - How about your feeling to him?

By Indah_chan di 01.57 0 komentar


Tidak.. Tidak.. Aku gak boleh suka sama Kak Jun. Bagaimanapun dia hanya sebatas kenalan yang mengajariku untuk menggambar lebih bagus, singkatnya dia adalah guru yang mengajariku gambar. Lagian aku sudah mempunyai Kak Petzu. Walaupun Kak Petzu gak sedang berada di kota ini, tetapi aku yakin, suatu saat dia akan datang ke kota ini. Akupun sudah janji sama Kak Petzu kalau aku akan setia sama dia apapun keadaannya.
Tetapi, sudah lama pacaran jarak jauh, hanya aku yang memperhatikan dia. Awal-awalnya memang dia baik banget, selalu memperhatikanku. Tetapi, seiring perkembangan waktu, dia berubah. Asal aku bertanya mengapa dia tak pernah mengirimi aku SMS lagi, dia hanya balas kalau dia sibuk bekerja. Walaupun begitu, aku tetap saja sedih. Kalau begini terus, aku seperti tak di anggap.

"Hei I-chan!!" Sambil menepuk pundakku. Lantas itu menyadarkanku dari lamunanku.

"Hei, kasian I-chan! Jangan begitu" kata Kak Jun yang sepertinya membelaku, atau mungkin dia membela yang benar? (Seperti ultraman? *abaikan ini)

Aku tak mengucapkan sepatah katapun. Aku hanya diam dan meminum minuman (yang seharusnya) punya Kak Jun yang diberinya tadi.
Jus apel. Ternyata Kak Jun memesan Jus apel? Warnanya menipu. Tetapi, mungkin menjadi kelebihan cafe ini.
Kak Jun suka apel? Masa sih? Eh, ngapain aku mencari tau kesukaannya?

Akhirnya makanan dan minuman yang di pesanpun habis. Kak Jun membayar semuanya. Aku kira Kak Jun hanya bohong, ternyata benar ditraktir.

"Yuki! Habis ini kita mau kemana?"

Kenapa harus Kak Yuki yang ditanyai seperti itu?
Aduuuuh!! Apa yang ada di pikiranku?!! Tenanglah Ichirin!!

"Aku mau pulang"

Hah?! Apa?! Aku bicara apa?! Tapi kenapa? Mulut ini berbicara secara tiba-tiba! Aku... Kenapa? Masa baru kenal sudah... Ini.. Gak boleh.. Aku sudah.. Pikiranku kacau!!!

"I-chan.. Biar aku antar ya."

"Oke.. Okee.. Ahahaha.. Aku pulang duluan saja ya Jun! Sekalian aja I-chan diajarin gambar yang bagus. Ahahaha!"

Sempat terlintas bahwa Kak Yuki menyukai Kak Jun. Tapi, kata-kata tadi menunjukkan kalau Kak Yuki hanya menganggap Kak Jun sebagai sahabatnya.
Akhirnya aku pulang ke rumah dengan keadaan membawa 1 makhluk yang gak di kenal keluargaku. Apa yang dikatakan kk, mama, dan papa nanti?! Haaah.. Masa aku harus bilang kalo ada orang tersesat?! Aaaah.. Alasan ini, nanti saja aku pikirkan.

"I-chan.. Rumahmu mana?" tanyanya dengan lembut.

"Tinggal beberapa meter dari toko itu."

"Okee.."

Aku jalan berdua saja sama Kak Jun. Beberapa detik aku coba melihat wajah Kak Jun. Tanpa melihat aku, kak Jun sepertinya tahu bahwa aku melihatnya, lalu kak Jun bertanya..

"Ada apa I-chan? Ada sesuatu yang aneh di wajahku?"

"Hah?! Anuu.. Gak ada kak!!" Cepat-cepat aku memalingkan wajahku dari hadapannya.
Akhirnya sudah sampai di rumahku. Tak terasa.

"Wah, rumahmu yang berpagar kuning ini ya? Tampak rindang dan nyaman untuk di tempati."

"Benarkah kak?"

"Iyaa.." Kak Jun menjawab sambil tersenyum.
Senyumnya... Anu.. Biasa aja sih..

"Wah, rumahmu dekat juga dengan cafe tadi." Lanjut Kak Jun.

"I.. Iya kak.. Ayo, silahkan masuk."
Aku mengetuk pintu rumahku. Terdengar suara Kak Hiro yang mengatakan tunggu sebentar.

Sometimes_Chapter X - Hope...

By Indah_chan di 01.47 0 komentar


"Hei I-chan.. Tadi, kok bisa gak kenal suaraku sih?" Kata Kak Jun.
"Lupa" jawabku dengan santainya.
"Jawabnya santai banget."
"Hah? Apa kak?"
"Gak apa-apa.. Lupakan"
"I-chan kan emank pelupa, Jun. Ahahaha.."
"Kak Yuki mengejekku lagi!"
"Weeek" ejek Kak Yuki sambil mengeluarkan lidahnya.
Tiba-tiba saja pesanan datang.. Membawa makanan dan minuman..
"Ini pesanan anda.. Silahkan menikmati" kata pelayan itu.
"Oke, makasih.." Jawab Kak Yuki.
"Kak Yuki! Kenapa mesen minumannya cuma 2?"
"Abis kamu tamu yang tak diundang, pulang tak diantar."
"Ha ha ha! Lucu, kak." Jawabku dengan nada datar.
"Ahahahaha.. Kalian ini.. Selalu saja menghina. Yuki, emank I-chan mirip jelangkung apa? Ahahaha"
"Kak Jun puas banget ketawanya.."
"Bukan mirip, tapi sejenis.."
"Wuahahahaha!" Tawa Kak Jun dengan keras.
Kata-kata Kak Yuki tadi mirip sama seperti Kak Hiro katakan.
"Kak Yuki.. Aku mau minum looh.."
"Ini I-chan..makan dlu Sushinya.. Minuman ku, ambil saja.." Tawar Kak Jun.
"Kak Jun..." Apa yang sedang aku pikirkan? Kak Jun kenapa tiba-tiba baik sama aku? Ada apa dengannya?
Deg..deg..deg..
Semoga suara degupan jantungku tak terdengar oleh Kak Jun..
"Wah.. Benih-benih cinta nih!! Hati-hati I-chan.."
"Apaan sih?!!"
"Abaikan, I-chan.." Kak Jun berkata seolah-olah tak ada kejadian apa-apa.
"Waah, Jun.. Kau mebelanya.."
"Yuki, kau cemburu bilang saja.."
"Hooeeee?! Kaga tau!!" Membuang pandangannya ke arah lain. Ahahaha.. Dasar Kak Yuki.
"Oh ya kak Yuki.."
"Ada apa I-chan?"
"Kak Hiro nitip salam tuh.."
"Aciiee..ciiee.. Yuki.. Penggemar tuh!"
"Diem kamu, Jun!! Okee.. Makasih I-chan."
"Tumben baik, kak.."
"Hohoho!! Aku selalu baik kan?"
"Cuuuiih!! Ayo kita pergi I-chan.." Ajak Kak Jun kepadaku..
".... Tapi kak.."
"Jangan tinggalkan akuu laaah~ kau belum membayar makanan ini Jun.. Itu masalahnya.."
Kak Jun hanya diam saja. Aku melihat wajah Kak Jun diam sejenak dan melongo. Itu lucu sekali. Dikira Kak Jun ada masalah apa sampai Kak Yuki gak mau di tinggalkan, ternyata masalah makanan belum di bayar.. Ada-ada saja kelakuan Kak Yuki nih.
"Ayoolaah.. Kamu sahabatku dari SMP"
"Ahahahaha~ habisin dulu makanan dan minumannya kak, kalo gak habis, buat aku aja, kak.."
"Enak aja.. Ini gratis!! Aku juga mau I-chan.."
"Ahahaha.. Yuki.. Ada-ada saja kamu tu! Berantem sama anak SMA.. Ngalah dikit napa?!"
"Kamu cemburu Jun?"
Saat Kak Yuki bilang seperti itu, lantas aku penasaran. Aku melihat muka Kak Jun yang kaget dan memerah. Aku melihat muka Kak Jun yang memerah!! Cepat-cepat aku memalingkan wajahku dari hadapannya.
"A.. Aku.. Ngapain aku cemburu!! Toh kamu juga cwe!! Dasar Yuki!! Aneh kau.."
"Kok mukanya malu-malu gitu, Jun?"
"Gpp tuh!!"
"I-chan.. Kau lihat muka Jun?"
"Ng.. Nggak liat kak.."
Kak Yuki memaksaku untuk melihat. Tangan Kak Yuki kuat banget!! Kalau aku terus bertahan, bisa-bisa kepalaku putus!! Akupun melihat muka Kak Jun yang memerah, malu-malu. Mukanya lucu. Jarak antara aku dan Kak Jun dekat sekali. Aku.. A.. Apa yang aku pikirkan?
"Lihat itu muka Jun lucu kan?"
Saat melihat muka Kak Jun, tiba-tiba saja mukaku panas, detak jantungku berdegup kencang. A.. Aku..
Kak Yuki melihatku kembali.
"I-chan.. Kok malu-malu gtu?"
"Aaaah.. Tidaak.. Tidaak.. Kak Yuki!! Hanya perasaanmu saja.." Jawabku dengan panik. Kak Yuki, apa dia bisa membaca raut wajah seseorang ya?
"Nggak sih.. Tampak jelas di wajahmu.."
Apaa?! Kak Yuki melihatnya dengan jelas?!
"I-chan.." Kak Jun memanggilku dengan lembut. He.. Heei.. Kak Jun.. Ada apa denganmu?!



Angin dari AC yang tiba-tiba mendingin. I.. Ini.. Suasana nya tidak mendukung. Kenapa orang-orang di sekitar tampak hening? Dadaku.. Rasanya sesak.. Jantungku berdegup semakin kencang. Aku mohon, semoga aku tidak bener-benar jatuh cinta sama Kak Jun.
 

all about.... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea