Tidak.. Tidak.. Aku gak boleh suka sama Kak Jun.
Bagaimanapun dia hanya sebatas kenalan yang mengajariku untuk menggambar lebih
bagus, singkatnya dia adalah guru yang mengajariku gambar. Lagian aku sudah
mempunyai Kak Petzu. Walaupun Kak Petzu gak sedang berada di kota ini, tetapi
aku yakin, suatu saat dia akan datang ke kota ini. Akupun sudah janji sama Kak
Petzu kalau aku akan setia sama dia apapun keadaannya.
Tetapi, sudah lama pacaran jarak jauh, hanya aku yang
memperhatikan dia. Awal-awalnya memang dia baik banget, selalu memperhatikanku.
Tetapi, seiring perkembangan waktu, dia berubah. Asal aku bertanya mengapa dia
tak pernah mengirimi aku SMS lagi,
dia hanya balas kalau dia sibuk bekerja. Walaupun begitu, aku tetap saja sedih.
Kalau begini terus, aku seperti tak di anggap.
"Hei
I-chan!!" Sambil menepuk pundakku. Lantas itu menyadarkanku dari
lamunanku.
"Hei, kasian
I-chan! Jangan begitu" kata Kak Jun yang sepertinya membelaku, atau
mungkin dia membela yang benar? (Seperti ultraman? *abaikan ini)
Aku tak
mengucapkan sepatah katapun. Aku hanya diam dan meminum minuman (yang
seharusnya) punya Kak Jun yang diberinya tadi.
Jus apel.
Ternyata Kak Jun memesan Jus apel? Warnanya menipu. Tetapi, mungkin menjadi
kelebihan cafe ini.
Kak Jun suka
apel? Masa sih? Eh, ngapain aku mencari tau kesukaannya?
Akhirnya makanan
dan minuman yang di pesanpun habis. Kak Jun membayar semuanya. Aku kira Kak Jun
hanya bohong, ternyata benar ditraktir.
"Yuki! Habis
ini kita mau kemana?"
Kenapa harus Kak
Yuki yang ditanyai seperti itu?
Aduuuuh!! Apa
yang ada di pikiranku?!! Tenanglah Ichirin!!
"Aku mau
pulang"
Hah?! Apa?! Aku
bicara apa?! Tapi kenapa? Mulut ini berbicara secara tiba-tiba! Aku... Kenapa?
Masa baru kenal sudah... Ini.. Gak boleh.. Aku sudah.. Pikiranku kacau!!!
"I-chan..
Biar aku antar ya."
"Oke..
Okee.. Ahahaha.. Aku pulang duluan saja ya Jun! Sekalian aja I-chan diajarin
gambar yang bagus. Ahahaha!"
Sempat terlintas
bahwa Kak Yuki menyukai Kak Jun. Tapi, kata-kata tadi menunjukkan kalau Kak
Yuki hanya menganggap Kak Jun sebagai sahabatnya.
Akhirnya aku
pulang ke rumah dengan keadaan membawa 1 makhluk yang gak di kenal keluargaku.
Apa yang dikatakan kk, mama, dan papa nanti?! Haaah.. Masa aku harus bilang
kalo ada orang tersesat?! Aaaah.. Alasan ini, nanti saja aku pikirkan.
"I-chan..
Rumahmu mana?" tanyanya dengan lembut.
"Tinggal
beberapa meter dari toko itu."
"Okee.."
Aku jalan berdua
saja sama Kak Jun. Beberapa detik aku coba melihat wajah Kak Jun. Tanpa melihat
aku, kak Jun sepertinya tahu bahwa aku melihatnya, lalu kak Jun bertanya..
"Ada apa
I-chan? Ada sesuatu yang aneh di wajahku?"
"Hah?!
Anuu.. Gak ada kak!!" Cepat-cepat aku memalingkan wajahku dari hadapannya.
Akhirnya sudah
sampai di rumahku. Tak terasa.
"Wah,
rumahmu yang berpagar kuning ini ya? Tampak rindang dan nyaman untuk di
tempati."
"Benarkah
kak?"
"Iyaa.."
Kak Jun menjawab sambil tersenyum.
Senyumnya...
Anu.. Biasa aja sih..
"Wah,
rumahmu dekat juga dengan cafe tadi." Lanjut Kak Jun.
"I.. Iya
kak.. Ayo, silahkan masuk."
Aku mengetuk
pintu rumahku. Terdengar suara Kak Hiro yang mengatakan tunggu sebentar.

0 komentar:
Posting Komentar