Aku telah mengenal Kak Jun kemarin..
Tapi siapa sangka cowo itu Kak Jun?
"Ahahahaha~ akhirnya kau melihatku juga, I-chan.. Ya
Yuki, aku kenal I-chan, kemarin sore aku tak sengaja menabraknya karena aku
terburu-buru"
"Menabrak? I-chan gak mati tuh.."
"Asem ya kak!! Berharap aku mati apa?!"
"Becanda I-chan"
"Aku gak nabrak pake kendaraan, Yuki.. Kemarin aku
berlari"
"Ooooh.."
"Dasar Kak Yuki!!"
"Ahahaha.. Yuki memang biasa seperti itu ya,
I-chan?"
"Diam kau, Jun!!"
"Aaaaaau!! Sakit Yuki!!"
Aku melihat kaki Kak Yuki menginjak kaki Kak Jun. Ahahaha~
"I-chan, kau tau? Jun juga suka menggambar loh!!
Gambarnya lebih dewa. Yang pasti lebih dari kamu sih, I-chan.." Sindir Kak
Yuki sambil menjulurkan lidahnya.
"Ahahaha" kak Jun hanya tertawa saja.
"Huh! Kenapa selalu menghina sih kak? Nanti aku akan
lebih bagus daripada gambar Kak Jun"
"Ahahaha~ okee I-chan, semangat yaa.. Aku tunggu."
Kak Jun menyemangatiku. Dia tulus.. Kak Jun, baik banget.
Eeeh?! Apa yang kau pikirkan I-chan?! Kau udah punya cowo..
"Anu kak Yuki, bagaimana bisa kenal sama Kak Jun?"
"Oh iya! Itu.. Jun teman sewaktu aku SMP.. Sekarang tak
terasa kalau kita sudah kuliah, dia sudah lebih tinggi daripada aku.. Dulu kau
pendek, ya kan Jun?"
"Dulu ya dulu.. Sekarang ya sekarang.. Week!" Ejek
Kak Jun kepada Kak Yuki.
"Ahahahaha~"
"Oh ya, I-chan.." Panggil Kak Jun kepadaku.
"Oe? Ada apa kak?"
"Kamu bawa kertas? Skalian saja aku mengajarimu.."
"Anu kak.. Masalahnya tadi rencanaku pergi ke rumah Kak
Yuki. Tapi melihat Kak Yuki sama cowo, aku jadi penasaran."
"Emank biasanya Yuki gak sama cowo?"
"Sama cowo sih kak.. Kak Yuki sama Kak Ryuseiu"
"Ryuseiu? Oh, kau masih sama dia, Yuki?"
"Ituu.. Anuuu.. Bukan.. Akuu.."
"Cukup tau, Yuki.. Ahahaha.."
"Loh? Kak Jun gak cemburu?"
"Cemburu kenapa?"
"Kak Jun gak suka sama Kak Yuki?"
"Suka?"
"Apa??! Ngomong apa kau, I-chan?!" Sambil memasang
gaya aneh dan muka yang memerah.
"Jujur dulu aku suka sih karena dia selalu
melindungiku"
"Begitu ya?" Jawabku dengan nada kecewa sambil
menundukkan kepala. Tapi kenapa aku kecewa?! Astaga!! Tak boleh nih!!
"Apa yang kau bicarakan, Jun?!" Tampak sekali muka
Kak Yuki yang merah.
*plaaaaak!*
"Waaaah, pukulan Yuki seperti biasa ya?"
"Ahahahaha~"
"Tapi itu dulu kok, I-chan.."
"Oooou.." Jawabku dengan nada agak lega.
Lega?! Tunggu dulu.. Bisa diperjelas!! Lega untuk Kak Yuki
gak ada apa-apa sama Kak Jun. Tapi aku gak maksud untuk cemburu!
Lalu aku melihat ke arah Kak Yuki. Dia menunduk dan berusaha
menyembunyikan wajahnya yang memerah itu. Hahahaha, lucu sekali.
"Oh ya kak Jun, aku gak bawa peralatan gambarnya nih,
terus gimana?"
"Ooou, ya sudah. Gak apa-apa kok.. Lain kali juga
bisa.. Lagian biar kita bisa berdua saja tanpa Yuki. Hihihi.."
"Heee.. Heeei!! Kalian jangan macam-macam yaa!!"
Ancam Kak Yuki.
"Ng.. Nggak akan, kok kak.."
"Kalau macam-macam, kau mau apa Yuki?" Kak Jun
mendekatiku sambil merangkulku.. Wuaaaah!! Kak Jun!! Ini terlalu dekat!!
"Anuu kak Jun.. Ini terlalu dekat.." Memalingkan
mukaku ke arah yang berlawanan dengan dia.
Rasanya seluruh tubuhku seperti meleleh. Panas.. Padahal di
cafe ini kan ber-AC. Jantungku.. Jantungku serasa mau copot. Apa aku mau mati?
"Ahahahaha~ mukamu lucu, I-chan.."
Kak Jun berusaha melihat wajahku ini.
"Apaan sih kak?!"
"Haduuh-haduuh.. Mesranya.." Sindir Kak Yuki.
"Apaan ya?! Kak Yuki cemburu toh?"
"Tenang saja I-chan.. Dia sudah punya Ryuseiu
kok.."
"He..heeei!! Kalian berdua bersekongkol yaa?!"
"A.. Aku.. Ng.. Ngga.."
"Siapa yang bersetongkol? Ini kenyataan kan?
Ahahaha"
"Anuu kak yuki.. Ini..."
"Kalian berdua ini.. Ternyata udah saling akrab
ya?"
"Begitulah.." Jawab Kak Jun dengan santainya.
Apa? Ada apa ini?! Perasaan apa?! Masa sih?! Gak mungkin!
Gak boleh! Bagaimanapun aku punya Kak Petzu!! Walaupun dia (sangat) cuek.

0 komentar:
Posting Komentar