Matahari di siang hari sangat menyengat. Ya iyalah, secara kan pukul 12.
Kami tidak main kemana-mana lagi, kembali ke rumah dan makan siang.
"Kami pulang.." Teriak Kak Hiro.
"Mamaaa~ Anakmu pulaaang~"
"Aaah~ syukurlah yaa.."
"Nada bicara Mama seperti meremehkan Kak Hiro.. Ihihihi~" kataku sambil melihat Kak Hiro.
Kak Hiro memalingkan wajahnya, "Aku gak dengar, aku gak dengar!!"
"Ahahaha~ ada-ada saja kalian ini. Cepat, bersihkan diri kalian. Ini berkeringat sekali."
"I.. Iyaa ma.."
Aku dan Kak Hiro disuruh membersihkan diri alias mandi.
Selesai mandi...
"Wuuoo I-chan"
"Hah?"
"Ayo makan siang dulu" Ajak Kak Hiro.
"Wuuookeeh kak!!"
Semakin hari sepertinya aku mulai menghormati dia sebagai kakakku. Biasanya sih nggak. Tapi kali ini atmosfernya Kak Hiro bebeda. Dia sudah mulai bertobat deh.
Makan.. Makaan~
"Mari makan semua"
"Selamat makan"
Kami menyantap makan siang kami masing-masing.
Yang berada di meja makan cuma aku dan Kak Hiro, sedangkan Papa dan Mama sudah makan duluan tadi.
"I-chan"
"Hah?"
"Kenapa kita bisa akrab ya?"
"Ngomong apa sih kak? Kita kan saudara."
"Maksudnya dulu kan kau tak pernah menganggapku sebagai kakakmu"
"Bukan gak menganggap kak, cuma belum ada respect"
"Aaaah~ dasar kau!!" teriak Kak Hiro sambil memukul kepalaku.
"Huhuhu~ sakit tau kak"
"Rasakan.. Ahahaha"
Ya, aku senang kok memiliki kakak seperti dia.
"I-chan.."
"Apalagi kak?"
"Selesai makan, kita main ke rumah Yuki?"
"Ayoo kak!!"
"Kita pergi bersama lagi?"
"Hu'um"
"Aku akan menjagamu, I-chan."
"???"
"Ayo makanannya habiskan dulu"
"Okeeh kak!!"
Tapi aku masih bingung, kenapa Kak Hiro sangat memperhatikanku akhir-akhir ini.
Fiiuuh~
Aku akan mencari tau, tak biasanya Kak Hiro seperti ini....
Kami tidak main kemana-mana lagi, kembali ke rumah dan makan siang.
"Kami pulang.." Teriak Kak Hiro.
"Mamaaa~ Anakmu pulaaang~"
"Aaah~ syukurlah yaa.."
"Nada bicara Mama seperti meremehkan Kak Hiro.. Ihihihi~" kataku sambil melihat Kak Hiro.
Kak Hiro memalingkan wajahnya, "Aku gak dengar, aku gak dengar!!"
"Ahahaha~ ada-ada saja kalian ini. Cepat, bersihkan diri kalian. Ini berkeringat sekali."
"I.. Iyaa ma.."
Aku dan Kak Hiro disuruh membersihkan diri alias mandi.
Selesai mandi...
"Wuuoo I-chan"
"Hah?"
"Ayo makan siang dulu" Ajak Kak Hiro.
"Wuuookeeh kak!!"
Semakin hari sepertinya aku mulai menghormati dia sebagai kakakku. Biasanya sih nggak. Tapi kali ini atmosfernya Kak Hiro bebeda. Dia sudah mulai bertobat deh.
Makan.. Makaan~
"Mari makan semua"
"Selamat makan"
Kami menyantap makan siang kami masing-masing.
Yang berada di meja makan cuma aku dan Kak Hiro, sedangkan Papa dan Mama sudah makan duluan tadi.
"I-chan"
"Hah?"
"Kenapa kita bisa akrab ya?"
"Ngomong apa sih kak? Kita kan saudara."
"Maksudnya dulu kan kau tak pernah menganggapku sebagai kakakmu"
"Bukan gak menganggap kak, cuma belum ada respect"
"Aaaah~ dasar kau!!" teriak Kak Hiro sambil memukul kepalaku.
"Huhuhu~ sakit tau kak"
"Rasakan.. Ahahaha"
Ya, aku senang kok memiliki kakak seperti dia.
"I-chan.."
"Apalagi kak?"
"Selesai makan, kita main ke rumah Yuki?"
"Ayoo kak!!"
"Kita pergi bersama lagi?"
"Hu'um"
"Aku akan menjagamu, I-chan."
"???"
"Ayo makanannya habiskan dulu"
"Okeeh kak!!"
Tapi aku masih bingung, kenapa Kak Hiro sangat memperhatikanku akhir-akhir ini.
Fiiuuh~
Aku akan mencari tau, tak biasanya Kak Hiro seperti ini....

0 komentar:
Posting Komentar