"Hei I-chan.. Tadi, kok bisa gak kenal suaraku
sih?" Kata Kak Jun.
"Lupa" jawabku dengan santainya.
"Jawabnya santai banget."
"Hah? Apa kak?"
"Gak apa-apa.. Lupakan"
"I-chan kan emank pelupa, Jun. Ahahaha.."
"Kak Yuki mengejekku lagi!"
"Weeek" ejek Kak Yuki sambil mengeluarkan
lidahnya.
Tiba-tiba saja pesanan datang.. Membawa makanan dan
minuman..
"Ini pesanan anda.. Silahkan menikmati" kata
pelayan itu.
"Oke, makasih.." Jawab Kak Yuki.
"Kak Yuki! Kenapa mesen minumannya cuma 2?"
"Abis kamu tamu yang tak diundang, pulang tak
diantar."
"Ha ha ha! Lucu, kak." Jawabku dengan nada datar.
"Ahahahaha.. Kalian ini.. Selalu saja menghina. Yuki,
emank I-chan mirip jelangkung apa? Ahahaha"
"Kak Jun puas banget ketawanya.."
"Bukan mirip, tapi sejenis.."
"Wuahahahaha!" Tawa Kak Jun dengan keras.
Kata-kata Kak Yuki tadi mirip sama seperti Kak Hiro katakan.
"Kak Yuki.. Aku mau minum looh.."
"Ini I-chan..makan dlu Sushinya.. Minuman ku, ambil
saja.." Tawar Kak Jun.
"Kak Jun..." Apa yang sedang aku pikirkan? Kak Jun
kenapa tiba-tiba baik sama aku? Ada apa dengannya?
Deg..deg..deg..
Semoga suara degupan jantungku tak terdengar oleh Kak Jun..
"Wah.. Benih-benih cinta nih!! Hati-hati I-chan.."
"Apaan sih?!!"
"Abaikan, I-chan.." Kak Jun berkata seolah-olah
tak ada kejadian apa-apa.
"Waah, Jun.. Kau mebelanya.."
"Yuki, kau cemburu bilang saja.."
"Hooeeee?! Kaga tau!!" Membuang pandangannya ke
arah lain. Ahahaha.. Dasar Kak Yuki.
"Oh ya kak Yuki.."
"Ada apa I-chan?"
"Kak Hiro nitip salam tuh.."
"Aciiee..ciiee.. Yuki.. Penggemar tuh!"
"Diem kamu, Jun!! Okee.. Makasih I-chan."
"Tumben baik, kak.."
"Hohoho!! Aku selalu baik kan?"
"Cuuuiih!! Ayo kita pergi I-chan.." Ajak Kak Jun
kepadaku..
".... Tapi kak.."
"Jangan tinggalkan akuu laaah~ kau belum membayar
makanan ini Jun.. Itu masalahnya.."
Kak Jun hanya diam saja. Aku melihat wajah Kak Jun diam
sejenak dan melongo. Itu lucu sekali. Dikira Kak Jun ada masalah apa sampai Kak
Yuki gak mau di tinggalkan, ternyata masalah makanan belum di bayar.. Ada-ada
saja kelakuan Kak Yuki nih.
"Ayoolaah.. Kamu sahabatku dari SMP"
"Ahahahaha~ habisin dulu makanan dan minumannya kak,
kalo gak habis, buat aku aja, kak.."
"Enak aja.. Ini gratis!! Aku juga mau I-chan.."
"Ahahaha.. Yuki.. Ada-ada saja kamu tu! Berantem sama
anak SMA.. Ngalah dikit napa?!"
"Kamu cemburu Jun?"
Saat Kak Yuki bilang seperti itu, lantas aku penasaran. Aku
melihat muka Kak Jun yang kaget dan memerah. Aku melihat muka Kak Jun yang
memerah!! Cepat-cepat aku memalingkan wajahku dari hadapannya.
"A.. Aku.. Ngapain aku cemburu!! Toh kamu juga cwe!!
Dasar Yuki!! Aneh kau.."
"Kok mukanya malu-malu gitu, Jun?"
"Gpp tuh!!"
"I-chan.. Kau lihat muka Jun?"
"Ng.. Nggak liat kak.."
Kak Yuki memaksaku untuk melihat. Tangan Kak Yuki kuat
banget!! Kalau aku terus bertahan, bisa-bisa kepalaku putus!! Akupun melihat
muka Kak Jun yang memerah, malu-malu. Mukanya lucu. Jarak antara aku dan Kak
Jun dekat sekali. Aku.. A.. Apa yang aku pikirkan?
"Lihat itu muka Jun lucu kan?"
Saat melihat muka Kak Jun, tiba-tiba saja mukaku panas,
detak jantungku berdegup kencang. A.. Aku..
Kak Yuki melihatku kembali.
"I-chan.. Kok malu-malu gtu?"
"Aaaah.. Tidaak.. Tidaak.. Kak Yuki!! Hanya perasaanmu
saja.." Jawabku dengan panik. Kak Yuki, apa dia bisa membaca raut wajah
seseorang ya?
"Nggak sih.. Tampak jelas di wajahmu.."
Apaa?! Kak Yuki melihatnya dengan jelas?!
"I-chan.." Kak Jun memanggilku dengan lembut. He..
Heei.. Kak Jun.. Ada apa denganmu?!
Angin dari AC yang tiba-tiba mendingin. I.. Ini.. Suasana
nya tidak mendukung. Kenapa orang-orang di sekitar tampak hening? Dadaku..
Rasanya sesak.. Jantungku berdegup semakin kencang. Aku mohon, semoga aku tidak
bener-benar jatuh cinta sama Kak Jun.

0 komentar:
Posting Komentar