Matahari pagi membangunkanku, burung-burung berkicau menyambut hari yang indah. Aku mulai beranjak dari tempat tidurku.
Melihat ke arah jam dinding di kamar.
"Masih jam 7"
Aku berusaha untuk tidur di tempat tidurku lagi. Tempat tidur yang nyaman sekali.
Tetapi usahaku gagal. Karena siapa? Siapa lagi kalau bukan Kak Hiro!!
"I-chaaaan~"
Aku berusaha untuk tak mendengarkannya. Apa-apaan sih Kak Hiro ini?! Sekarang kan masih libur semester!!
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu terdengar.
"Woooy!!"
Aaaargh!! Tenanglah kak!! Kenapa berisik banget?!
Ia mengetuk pintu lebih banyak, lebih keras!
Ampuun deh!! Aku harus beranjak dari tempat tidurku yang empuk.
"Aaaa~"
"Eee~ Ohayou"
"Cerewet!"
"Jangan marah donk.. Kan kakak hanya membangunkanmu. Jadi cewe harus rajin"
"Cerewet!"
"Ahahaha~ mandi sana"
Aku mematuhi perintah kak Hiro.
Mengambil handuk dan mulai ke kamar mandi.
Selesai mandi, kami sekeluarga sarapan. Apa makanan kali ini? Miso soup. Yaah,tak apalah, di syukuri saja. Ini juga enak kok. Kan masakan mama selalu enak.
Tapi, tumben saja kali ini Kak Hiro diam saja, biasanya cerewet. Aneh tingkahnya kali ini.
Aku akan bertanya selesai makan nanti.
"I-chan"
"??"
Hah?! Kak Hiro menyapa duluan. Untunglag ia gak kenapa-kenapa.
"Nanti jalan sama kakak ya.."
"Kemana, kak?"
"Iya, kemana Hiro?" Tanya Mama.
"Ke rumah temen, ma."
"Ngapain?" Tanya Papa.
"Main, pa."
"Kenapa harus mengajak I-chan?"
"Iya, kasian I-chan gak ada temennya di rumah"
"A.. Aku.. Siapa bilang? Ada kok!"
"Siapa?"
"Aku bisa saja ke rumah Kak Yuki"
"Kok ke sana terus? Gak enak sama orang rumahnya, sekali-kali temenin kakak main ya."
Aneh, tak biasanya Kak Hiro mau urusannya dicampuri olehku. Pasti ada sesuatu.
'Umm.. Oke deh kak"
"I-chan, jaga diri baik-baik ya.." Nasihat dari Ibu.
"Okeeh, mama"
"Hiro, jaga adikmu dengan benar!" Nasihat dari Papa.
"Okee boss, siaap!"
Selesai sarapan, tak lupa aku membantu Ibu untuk mencuci piring, selesai mencuci piring, aku mencari kakak.
Mencari di ruang tamu.
Tak ada? Seharusnya dia udah siap.
Aku mencari di kamarnya.
Jackpot!! Ketemu!
"Aaa~ kakak. Kok masih di kamar?"
"Iyaa, nunggu I-chan."
"Ya udah, ayo berangkat, kak"
"Okee"
Aku berjalan bersama kakak. Tak biasanya kami jalan berdua, biasanya kami selalu berantem.
Entahlah, dia sekarang mulai berubah.
!!!
Apa jangan-jangan dia sudah bertobat? Baguslah.
Aku berjalan di belakang kakak.
Kakak menggandeng tanganku. Sebenarnya mau kemana aku di bawa oleh kakak?
Perasaanku mulai tidak enak. Aku mulai berpikir macam-macam. Apa kakak ini. . . .
Tidak!! Kak Hiro tak mungkin akan berbuat seperti itu.
Tunggu!!
Kami berhenti di cafe es krim.
"....."
"Ada apa kak?"
"Masih ingat tempat ini I-chan?"
Ada apa dengannya? Jangan buat aku penasaran kakak.
"Iya, kak.."
"Aku berhutang janji padamu bukan?"
"Janji?"
"Iyaa, waktu kecil."
"Janji apa, kak?"
"Akan membawamu ke sini"
Janji? Kak Hiro? Masa?
Tunggu, aku ingat-ingat lagi.
. . . . . .
Aaaah!! Iyaa!! Kak Hiro akan membawa aku ke negeri es krim, tetapi ini kan cafe es krim.
"Maaf I-chan.."
"??!!"
"Kakak gak bisa nepatin janji ini sebelumnya"
"Gak apa kak.."
"Dan ini bukan negeri es krim seperti yang kau bayangkan, bukan?"
"Ummm..."
"I-chan!! Bersemangatlah!!"
"Tapi.. Kakak.."
"Ya?"
"Dalam rangka apa membawaku ke sini?"
"Membuat I-chan senang, ayo masuk!"
Kak Hiro menarik tanganku. Aku masih bingung dengan Kak Hiro.
"Pesan 3 es krim extra yaa!"
"Anuu, kak Hiro, kita cuma berdua looh"
"Tak apa.. Ini kan pakai duit kakak juga. Nikmati saja, I-chan" Kata Kak Hiro dengan senyum. Kali ini dia tulus. Aku masih bingung.
Kami duduk di kursi pojok cafe.
Sambil menunggu es krim datang, kami berdua ngobrol-ngobrol. Hahaha~ banyak hal, mulai dari yang tak penting sampai yang penting. Aku tak pernah seakrab ini dengan kakakku sendiri.
"Ini pesanannya.."
"Wuuaaaah" Aku kaget banget! Es krimnya benar-benar besar!!
"Terima kasih"
"Sama-sama, silalkan dinikmati" Pelayan itupun pergi.
"Kakak!"
"Hoi.."
"Ini.. Seperti negeri es krim!! Aku dikelilingi es krim yang sangat besar!!"
"Hahaha~ ternyata kau masih seperti anak kecil I-chan"
"Eeeh?! Bukan kak!! Lupakan kata-kataku yang tadi.."
"Hahahaha~"
Sambil melahap es krim ku, Kak Hiro melihatku. Tak biasanya dia melihatku seperti itu.
"Oooi kak!"
"Aaa? Ya? Ya?"
"Kenapa kak?"
"Gak apa-apa kok"
Tak mungkin gak ada apa-apa. Kami tinggal 1 rumah, sudah bertahun-tahun bersama. Aku tahu lah kalau sebenarnya Kak Hiro menyembunyikan sesuatu.
Tapi apa?
"Jees.. Jees.. Kereta api datang.. Aaaaaaaaa"
"Apaaa?"
Huump!! Kak Hiro main kereta suap-suapan. Malu banget!! Orang-orang sekeliling pada memperhatikan.
Cewek-cewek pada histeris, mungkin karena melihat kakakku yang menyuapiku. Mereka menganggap kalau aku adalah pacar Kak Hiro, mungkin. Itu hanya hipotesis, belum diakui kebenarannya.
Ada-ada saja tingkah Kak Hiro! Mau nyuapin aku, tapi malah gak jadi, es krimnya malah buat dia. Aku dipermalukan. Hiks..
"Kok gak disuapin ke aku kak?"
"Suka-suka kakak donk"
"Dasar kakak!"
Tak terasa sudah pukul 12.
Lama juga di cafe, ya?
"Kak Hiro.. Terima kasih.."
"Hah? Ulangi!"
"Gak mau!"
"Ahahaha~ sama-sama adik ku tersayang" Jawab Kak Hiro dan seperti biasa, dia mengacak-acak rambutku.
"Ayo sekarang kita pulang, tuan putri"
"Haaaah??! Kak Hiro gila!!"
Tiba-tiba..
"Haah??! Kak Hiro!!"
"Enteng banget!! Gak ada gizinya apa?"
"Asem ya kak!"
Kok bisa gendong aku sih??!
"Hooi I-chan.."
"Yoo?"
"Sudah lama kita gak begini ya?"
"....."
"Kakak senang kau tak berubah"
"Maksud kakak?"
"Artikan sendiri anak kecil!"
"Kakak ngomong gak jelaaas!!" Aku memukul Kak Hiro pelan, reaksi Kak Hiro hanya tertawa.
Sambil menggendongku, Kak Hiro akan membawaku pulang ke rumah.
"Kak, tadi katanya mau ke rumah tema kakak.."
"Hanya bohong, mana mungkin aku ke rumah teman mengajak anak kecil seperti mu, week"
"Dasar! Aku benci kakak!!"
"Tapi kau tetap sayang kakak kan? I-chan kan adik kakak satu-satunya"
"I.. Iya sih!!"
"Kau selalu kalah sama kakak, I-chan"
"Diam kak!"
"Ahahaha~"
Sepanjang jalan, aku dan Kak Hiro bercanda.
Kak Hiro, terima kasih untuk hari ini yaa..
Melihat ke arah jam dinding di kamar.
"Masih jam 7"
Aku berusaha untuk tidur di tempat tidurku lagi. Tempat tidur yang nyaman sekali.
Tetapi usahaku gagal. Karena siapa? Siapa lagi kalau bukan Kak Hiro!!
"I-chaaaan~"
Aku berusaha untuk tak mendengarkannya. Apa-apaan sih Kak Hiro ini?! Sekarang kan masih libur semester!!
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu terdengar.
"Woooy!!"
Aaaargh!! Tenanglah kak!! Kenapa berisik banget?!
Ia mengetuk pintu lebih banyak, lebih keras!
Ampuun deh!! Aku harus beranjak dari tempat tidurku yang empuk.
"Aaaa~"
"Eee~ Ohayou"
"Cerewet!"
"Jangan marah donk.. Kan kakak hanya membangunkanmu. Jadi cewe harus rajin"
"Cerewet!"
"Ahahaha~ mandi sana"
Aku mematuhi perintah kak Hiro.
Mengambil handuk dan mulai ke kamar mandi.
Selesai mandi, kami sekeluarga sarapan. Apa makanan kali ini? Miso soup. Yaah,tak apalah, di syukuri saja. Ini juga enak kok. Kan masakan mama selalu enak.
Tapi, tumben saja kali ini Kak Hiro diam saja, biasanya cerewet. Aneh tingkahnya kali ini.
Aku akan bertanya selesai makan nanti.
"I-chan"
"??"
Hah?! Kak Hiro menyapa duluan. Untunglag ia gak kenapa-kenapa.
"Nanti jalan sama kakak ya.."
"Kemana, kak?"
"Iya, kemana Hiro?" Tanya Mama.
"Ke rumah temen, ma."
"Ngapain?" Tanya Papa.
"Main, pa."
"Kenapa harus mengajak I-chan?"
"Iya, kasian I-chan gak ada temennya di rumah"
"A.. Aku.. Siapa bilang? Ada kok!"
"Siapa?"
"Aku bisa saja ke rumah Kak Yuki"
"Kok ke sana terus? Gak enak sama orang rumahnya, sekali-kali temenin kakak main ya."
Aneh, tak biasanya Kak Hiro mau urusannya dicampuri olehku. Pasti ada sesuatu.
'Umm.. Oke deh kak"
"I-chan, jaga diri baik-baik ya.." Nasihat dari Ibu.
"Okeeh, mama"
"Hiro, jaga adikmu dengan benar!" Nasihat dari Papa.
"Okee boss, siaap!"
Selesai sarapan, tak lupa aku membantu Ibu untuk mencuci piring, selesai mencuci piring, aku mencari kakak.
Mencari di ruang tamu.
Tak ada? Seharusnya dia udah siap.
Aku mencari di kamarnya.
Jackpot!! Ketemu!
"Aaa~ kakak. Kok masih di kamar?"
"Iyaa, nunggu I-chan."
"Ya udah, ayo berangkat, kak"
"Okee"
Aku berjalan bersama kakak. Tak biasanya kami jalan berdua, biasanya kami selalu berantem.
Entahlah, dia sekarang mulai berubah.
!!!
Apa jangan-jangan dia sudah bertobat? Baguslah.
Aku berjalan di belakang kakak.
Kakak menggandeng tanganku. Sebenarnya mau kemana aku di bawa oleh kakak?
Perasaanku mulai tidak enak. Aku mulai berpikir macam-macam. Apa kakak ini. . . .
Tidak!! Kak Hiro tak mungkin akan berbuat seperti itu.
Tunggu!!
Kami berhenti di cafe es krim.
"....."
"Ada apa kak?"
"Masih ingat tempat ini I-chan?"
Ada apa dengannya? Jangan buat aku penasaran kakak.
"Iya, kak.."
"Aku berhutang janji padamu bukan?"
"Janji?"
"Iyaa, waktu kecil."
"Janji apa, kak?"
"Akan membawamu ke sini"
Janji? Kak Hiro? Masa?
Tunggu, aku ingat-ingat lagi.
. . . . . .
Aaaah!! Iyaa!! Kak Hiro akan membawa aku ke negeri es krim, tetapi ini kan cafe es krim.
"Maaf I-chan.."
"??!!"
"Kakak gak bisa nepatin janji ini sebelumnya"
"Gak apa kak.."
"Dan ini bukan negeri es krim seperti yang kau bayangkan, bukan?"
"Ummm..."
"I-chan!! Bersemangatlah!!"
"Tapi.. Kakak.."
"Ya?"
"Dalam rangka apa membawaku ke sini?"
"Membuat I-chan senang, ayo masuk!"
Kak Hiro menarik tanganku. Aku masih bingung dengan Kak Hiro.
"Pesan 3 es krim extra yaa!"
"Anuu, kak Hiro, kita cuma berdua looh"
"Tak apa.. Ini kan pakai duit kakak juga. Nikmati saja, I-chan" Kata Kak Hiro dengan senyum. Kali ini dia tulus. Aku masih bingung.
Kami duduk di kursi pojok cafe.
Sambil menunggu es krim datang, kami berdua ngobrol-ngobrol. Hahaha~ banyak hal, mulai dari yang tak penting sampai yang penting. Aku tak pernah seakrab ini dengan kakakku sendiri.
"Ini pesanannya.."
"Wuuaaaah" Aku kaget banget! Es krimnya benar-benar besar!!
"Terima kasih"
"Sama-sama, silalkan dinikmati" Pelayan itupun pergi.
"Kakak!"
"Hoi.."
"Ini.. Seperti negeri es krim!! Aku dikelilingi es krim yang sangat besar!!"
"Hahaha~ ternyata kau masih seperti anak kecil I-chan"
"Eeeh?! Bukan kak!! Lupakan kata-kataku yang tadi.."
"Hahahaha~"
Sambil melahap es krim ku, Kak Hiro melihatku. Tak biasanya dia melihatku seperti itu.
"Oooi kak!"
"Aaa? Ya? Ya?"
"Kenapa kak?"
"Gak apa-apa kok"
Tak mungkin gak ada apa-apa. Kami tinggal 1 rumah, sudah bertahun-tahun bersama. Aku tahu lah kalau sebenarnya Kak Hiro menyembunyikan sesuatu.
Tapi apa?
"Jees.. Jees.. Kereta api datang.. Aaaaaaaaa"
"Apaaa?"
Huump!! Kak Hiro main kereta suap-suapan. Malu banget!! Orang-orang sekeliling pada memperhatikan.
Cewek-cewek pada histeris, mungkin karena melihat kakakku yang menyuapiku. Mereka menganggap kalau aku adalah pacar Kak Hiro, mungkin. Itu hanya hipotesis, belum diakui kebenarannya.
Ada-ada saja tingkah Kak Hiro! Mau nyuapin aku, tapi malah gak jadi, es krimnya malah buat dia. Aku dipermalukan. Hiks..
"Kok gak disuapin ke aku kak?"
"Suka-suka kakak donk"
"Dasar kakak!"
Tak terasa sudah pukul 12.
Lama juga di cafe, ya?
"Kak Hiro.. Terima kasih.."
"Hah? Ulangi!"
"Gak mau!"
"Ahahaha~ sama-sama adik ku tersayang" Jawab Kak Hiro dan seperti biasa, dia mengacak-acak rambutku.
"Ayo sekarang kita pulang, tuan putri"
"Haaaah??! Kak Hiro gila!!"
Tiba-tiba..
"Haah??! Kak Hiro!!"
"Enteng banget!! Gak ada gizinya apa?"
"Asem ya kak!"
Kok bisa gendong aku sih??!
"Hooi I-chan.."
"Yoo?"
"Sudah lama kita gak begini ya?"
"....."
"Kakak senang kau tak berubah"
"Maksud kakak?"
"Artikan sendiri anak kecil!"
"Kakak ngomong gak jelaaas!!" Aku memukul Kak Hiro pelan, reaksi Kak Hiro hanya tertawa.
Sambil menggendongku, Kak Hiro akan membawaku pulang ke rumah.
"Kak, tadi katanya mau ke rumah tema kakak.."
"Hanya bohong, mana mungkin aku ke rumah teman mengajak anak kecil seperti mu, week"
"Dasar! Aku benci kakak!!"
"Tapi kau tetap sayang kakak kan? I-chan kan adik kakak satu-satunya"
"I.. Iya sih!!"
"Kau selalu kalah sama kakak, I-chan"
"Diam kak!"
"Ahahaha~"
Sepanjang jalan, aku dan Kak Hiro bercanda.
Kak Hiro, terima kasih untuk hari ini yaa..

0 komentar:
Posting Komentar