Selesai kk mandi, dia mengagetkanku.
"Wooooy!"
"Wuuaaa!! Apaan sih?!"
"Wuahahahaha!" Tertawa puas.
"Gak lucu ya kak!!"
"Lucu tuh.. Weeeek" menjulurkan lidahnya.
"Gambarku kecoret tau!"
"Ooou, itu masalah mu, imou-chan"
"Uuugh!!"
"Siapa suru terlalu asik gambar dan jadi autis gini? Kk
dateng, km gak tau kan?"
"Tau! Tapi aku diemin aja."
"Dasar kau ini!"
*puuk* menepuk kepalaku dan berusaha mengacak-acak rambutku.
"Kakak! Aku baru saja sisiran!!"
"Kasi taunya telat sih"
"Aku benci kk!"
"Oooh.. Ngomong-ngomong ini gambar siapa?"
"Ini gambarnya Kak Petzu. Gimana menurut kakak?"
Eeeeh?! Tadi aku bilang aku membenci kakak, tapi kenapa aku
jawab pertanyaan kakak ya?! Ternyata aku tak bisa membenci Kak Hiro. Ahahaha!
Ada-ada saja tingkah Kak Hiro yang membuat aku melupakan suatu masalah.
Ahahaha!
Tak berapa lama kemudian..
"Hiroo..!! Ichirin!! Ayoo, sarapan sudah siap.."
Teriak ibu dari lantai bawah.
"Okee bu! Kami akan ke sana!" Jawab Kak Hiro
sambil berteriak juga.
Keluarga kami tak tau malu ternyata! Kenapa sampai
teriak-teriak?! Memalukan! Aku saja sbg anaknya...
Biasa aja sih..
Soalnya udah kebiasaan juga..
Ummmm.. Akhirnya setelah menyelesaikan apa yang kami kerjakan,
aku dan Kak Hiro ke bawah untuk sarapan. Wuaaah!! Makanannya!!! Hanya onigiri
utk sarapan liburan. Suram..
"Eeh, makan apa adanya aja adik kecilku.."
"I..iya kak! Tau kok!!"
Kak Hiro tau apa yang sedang aku pikirkan. Dia spt penyihir
kelas lele.
"Lagian masakan onigiri ibu tak buruk kan?
Ahahaha~"
"Iya sih kak.."
Dia hanya melihatku dengan senyuman bodohnya. Tetapi,
sepertinya kakak tulus menyampaikan senyum bodohnya kepadaku. Ahahaha..
"Makasih kak Hiro.."
"Hah? Apa? Bilang apa? Ucapkan sekali lagi.."
Dia ini!! Pura-pura tak dengar apa?! Sengaja nih pasti!!
"Gak tau ah!!"
"Ahahaha~ baru sekali ini ya, imou-chan mengucapkan hal
itu kepada kakakmu?"
"!!!!"
"Lupakan"
"Aseeem ya, kak.. Pembalasan dendam nih? Ngajak
berantem!!"
"Udah-udah.. Makan dlu onigirinya"
Setelah selesai sarapan, aku pergi lagi ke rumah Kak Yuki.
Ummm.. Ngapain ya? Mengisi liburan saja sih. Abis aku tak terlalu dekat dengan
teman-teman sih. Ya, aku tak pandai bergaul dengan orang lain.. Huuuh.. Aku tak
seperti Kak Hiro yang mempunyai teman di mana saja.. Ahahaha..
"Mama.."
"Heeeh.. Heeeh.. Mau kemana?" Tanya Kak Hiro
sambil menjewer telingaku dengan pelan
"Aaaa~ kak Hiro.. Biarkan aku pergi!!"
"Mau kemana?"
"Anuuu.. Mau ke rumah Kak Yuki kok.."
"Yuki?" Tiba-tiba Kak Hiro melepaskan telingaku.
"Ummm.. Ada apa kak?"
"Sudah, pergilah." Aku sempat melihat muka Kak
Hiro yang berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang memerah. Apa mungkin Kak
Hiro menyukai Kak Yuki? Tapi sejak kapan? Aaaah.. Lupakanlah.. Eeeh, aku juga
penasaran sih.. Kak Hiro aneh nih!! Kenapa membuat aku penasaran? Tapi akhirnya
aku hanya diam dan berkata..
"Oke kak.. Jangan lupa bilang ibu kalau aku pergi ke
rumah Kak Yuki.."
"Iya.. Iyaa"
"Aku pergi dlu ya kak"
"Tunggu!!"
"!!!"
"Sampaikan salamku kepadanya ya.."
"....." Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran
Kak Hiro? Kak Yuki sudah mempunyai Kak Ryuseiu.. Kakakku hanya menjadi
pengganggu bagi mereka? Apa aku sampaikan saja? Tapi soal pilih memilih,
bukankah itu keputusannya Kak Yuki?
"Oke kak, akan ku sampaikan.." Sambil tersenyum
aku mengatakan itu kepada kakakku..
"Hati-hati ya!"
"Iya kak!!"
Akupun mulai berlari menuju rumah Kak Yuki..

0 komentar:
Posting Komentar