-Pagi-
"Imou-chan!! Bangun!! Bangun!!"
"Sebentar lagi, kak~"
"Imou-chan!! Petzu datang!"
"Hah?! Ada?!" Aku langsung terbangun, buru-buru
meninggalkan kasurku, lari secepat cahaya ke kamar mandi.
"Imou-chan.."
"Bentar kak!! Aku mandi dulu!!"
"Kok di bohongi mau?"
"....................."
"Imou-chan.. Ada apa gerangan dgn dirimu di kamar
mandi? Kenapa tiba-tiba diam?"
"Kak Hiro jeleeeeeek!!!!" Sambil keluar dari kamar
mandi, untung saja belum sempat membuka pakaianku.
"Ada apa imou-chan?" Melihatku tanpa dosa dan
tersenyum.
"Kau ini!!!"
"Ya, namanya juga usaha untuk membangunkan adikku yang
layaknya kebo ini.."
"Aku bukan kebo yaa, kak!"
"Sejenis lebih tepatnya"
"Apaa?! Awas kau, kak!! Heeei!!"
"Udah-udah, jangan melawanku.. Kau akan kalah,
imou-chan! Weeek" sambil menjulurkan lidahnya ke arahku.
"Onii~san!!"
"Huumpf" kak Hiro menahan tawa dan menahan
kepalaku karena aku mencoba untuk memukulnya.
Ternyata kekuatan Kak Hiro tak sebanding denganku. Aku
menyerah dan kembali ke kamar mandi untuk mandi.
"Kak Hiro jangan masuk kamarku tanpa mengetuk pintu ya!"
"Tadi aku udah mengetuk pintu tapi kamu gak
denger"
"....."
"Kenapa yang sedang kau pikirkan? Memikirkanku?"
"Idiiih! Sana-sana pergi dari kamarku!"
"Mau pergi kok."
Kejadian seperti ini udah biasa deh. Kenapa kakak gak
ngertiin aku banget sih?! Kata teman-teman mempunyai seorang kakak laki-laki
itu enak, bisa melindungi adeknya. Menurutku itu benar juga sih. Tapi.. Banyak
gak enaknya! Kak Hiro itu nyebelin banget!! Namanya emank seperti Hero :
pahlawan, tapi gak ada pahlawannya sama sekali!! Bodoh.
Memasuki kamar mandi. Kamar mandiku ada di dalam kamar.
Kamarku surgaku. Semua ada di kamarku. Aku menyukai kamarku!! Muuaach..
Muuaach..
Di kamar mandi saat mandi, aku memang biasa bernyanyi ria.
"Nobody know so I really am.. I never felt these empty
before. And if I ever need someone to come along. Whose gonna comfort me and
keep me strong..."
Aku bernyanyi sepuas-puasnya saat shampooan, tiba-tiba...
TOK!! TOK!!
"Woy! Cepet woy!"
"Apa? Siapa?"
"Keran di kamar mandi kakak rusak nih! Numpang donk!
Airnya tinggal sedikit banget!"
"Lah? Kok baru tau kalo rusak? Bentar ah! Lagi
shampoo'n nih!"
"Kakak tunggu ya!"
"Yo!"
"Lalalalala~"
"Berisik!"
"Kak, ini kamarku!"
".........."
Aku cepet-cepet mandi, kali ini tanpa nyanyi. Kalau
dipikir-pikir, kasian juga si kakak.
Astaga!!! Aku lupa membawa pakaianku!!!
"Kak Hiro!!"
"Apee?"
"Keluar sebentar! Aku lupa ambil pakaianku!"
"Oh, okee deh."
Aku membalutkan handukku. Perlahan aku membuka pintu kamar
mandiku. Aku takut kakak ngerjain aku lagi, dia gak pernah penurut seperti ini!
Pasti ada apa-apa, pikirku.
Aku mulai melihat ke kanan dan ke kiri layaknya mau
nyebrang. Mungkin kali ini kak Hiro gak main-main.
Aku mulai mengunci kamarku dan mulai berpakaian.
Selesai berpakaian, aku mambuka pintu kamarku.
"Kak Hiro!! Udah selesai!!"
Kreeek.. Bunyi suara pintu kamarnya yang baru saja dibuka.
"Kak, aku udah selesai."
"Ooh, okee.. Oh ya, kak.. Kenapa gak mandi di kamar
mandi depan saja?"
"Kamar mandi depan? Tanyakan pada mama yang sedang
luluran gih!" Jawabnya dengan muka santai yang sok cool.
"Ya udah sana! Mandi dulu gih!"
"Okeeeh adikku yang super duper unyu!" Sambil
mencubit-cubit pipiku.
"He..heeei!! Aku bukan anak kecil lagi ya, kak! Aku
udah kelas 1SMA!!"
"Tapi bagi kakak kamu masih kecil! Perlu kakak jaga!
Ahahaha!"
"Aaaah.. Kakak!"
"Mandi dulu yaa!"
"Ya sana!"
Uuuh.. Ada-ada saja tingkah laku kakak ini! Tapi aku (cukup)
bangga punya kakak seperti dia.

0 komentar:
Posting Komentar